Tinggalkan komentar

(Pelita, 1979) Puisi Umar Machdam: Gondrong

Puisi Umar Machdam:

GONDRONG

murid
gondrong
guru
gondrong
santri
kyai
gondrong
sekolaan
gondrong
pengajian
gondrong
mesjid gondrong
Tuhanpun
dipaksa pakai wig
supaya keliatan gondrong juga

tinggal setan yang klimis tanpa kumis
mencibir sinis
pada
malaikat
yang
sedang nangis

Sumber: Harian Pelita, 3 Juli 1979

About Kumpulan Fiksi

Blog ini bertujuan untuk menghimpun dan berbagi karya-karya fiksi dan yang terkait. Karya fiksi diantaranya cerita pendek atau cerpen; cerita bersambung atau cerbung; novel; dan puisi. Tulisan lainnya berupa resensi atas karya-karya fiksi, profil pekerja seni, catatan atau ulasan yang terkait dengan penulisan, dan sebagainya. Rubrik masih bisa dikembangkan sesuai dengan kebutuhan. Semoga bisa menjadi ajang untuk melatih diri berkarya, dan berharap pula bisa meramaikan jagad sastra Indonesia. Jadi, bila anda memiliki karya, tidak usah meragu untuk mengirimkan karya anda ke: kumpulanfiksi@gmail.com

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: