Tinggalkan komentar

(Budaya, 1954) Puisi Ajip Rosidi: Untuk PAT (3)

Puisi Ajip Rosidi:

UNTUK PAT (3)

mata kutemukan di jalan berdetak
aku tak lagi bisa mngelak
bertemu berjanji lalu pergi lelaki
kewajiban menunggu di kebiasaan lari

walauppun bercahaya terpendam
walaupun bersinar memancar

meninggalkan pesan oleh tulusnya
surat-surat tak berberita
surat surat tak berstempel

duka melaburi seluruh rumah
pergi dan berharap pulang

19 Oktober 1954
Sumber: Majalah Budaya, Nomor 11-12 Tahun , 1954, halaman 38

About Kumpulan Fiksi

Blog ini bertujuan untuk menghimpun dan berbagi karya-karya fiksi dan yang terkait. Karya fiksi diantaranya cerita pendek atau cerpen; cerita bersambung atau cerbung; novel; dan puisi. Tulisan lainnya berupa resensi atas karya-karya fiksi, profil pekerja seni, catatan atau ulasan yang terkait dengan penulisan, dan sebagainya. Rubrik masih bisa dikembangkan sesuai dengan kebutuhan. Semoga bisa menjadi ajang untuk melatih diri berkarya, dan berharap pula bisa meramaikan jagad sastra Indonesia. Jadi, bila anda memiliki karya, tidak usah meragu untuk mengirimkan karya anda ke: kumpulanfiksi@gmail.com

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: