Tinggalkan komentar

(Pantja Raja, 1946) Puisi AOH Karta Hadimadja: Kehilangan Mestika

Puisi AOH Karta Hadimadja

KEHILANGAN MESTIKA

Sepoi berhembus angin menyejuk diri,
Kelana termenung
Merenung air,
Lincah bermain ditimpa sinar.

Hanya Sebuah bintang
Kelip kemilau,
Tercapak di langit
Tidak berteman.

Hatiku, Jiatiku.
Belumkah juga sejuk dibuai bayu,
Girang beriak mencontoh air,
Atau laksana bintang biarpun berbinar-binar,
Petunjuk nelayan di samodera lautan ?

Sumber: Majalah Pantja Raja, Nomor 14 Tahun I, 1 Juni 1946

About Kumpulan Fiksi

Blog ini bertujuan untuk menghimpun dan berbagi karya-karya fiksi dan yang terkait. Karya fiksi diantaranya cerita pendek atau cerpen; cerita bersambung atau cerbung; novel; dan puisi. Tulisan lainnya berupa resensi atas karya-karya fiksi, profil pekerja seni, catatan atau ulasan yang terkait dengan penulisan, dan sebagainya. Rubrik masih bisa dikembangkan sesuai dengan kebutuhan. Semoga bisa menjadi ajang untuk melatih diri berkarya, dan berharap pula bisa meramaikan jagad sastra Indonesia. Jadi, bila anda memiliki karya, tidak usah meragu untuk mengirimkan karya anda ke: kumpulanfiksi@gmail.com

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: