Tinggalkan komentar

(Zenith, 1953) Puisi Iwan Simatupang: Si Nanggar Tulo

Puisi Iwan Sumatupang:

SI NANGGAR TULO

Kepada Gadis Humbang*)

Naggar Tullo bangkit dari danau
Dari kembar biru dan hijau
Hoi, tinggalkan cumbu dan partandang**)

Nanggar Tullo datang datarantinggi
Bawa lupa dan kecapi
Hoi, mari nyanyi dan tumba! ***)

Tekun malam daerahtandus
Resah padangpadang lalang
Semua kami tembus –
Naggar Tullo, ayo cerita ayo dendang!

“kali ini cerita
Berpangkal pada ketandusancerita
Sebab
Aku sudah tinggalkan danau
Kerna bagia sudah datang ke sana
Tayang biru dan hijau
Segala wewarna di
Remaja
: panen yang baru lalu
Bikin mahal ikanmas
Dan nelayanremaja
Banyak bercita ke kota
Kabar terakhir katakan
“remaja penyelamlumut
Dan resiabasah kembar biru dan hijau di danau
Bersanding perawan penunggugerbang di kota
Dan
“kami berkirim manikam
Dan slendangsutra sesekali
Ke tepi danau

Kini malammalam di pantai
Lekas berakhiran
Gadis penyulampukat
Cari cumbu
Dalam hempas dan hisakkerinduan di ranjang
Dan
Musimpenghujan yang akan datang
Halangi utasremaja
Turun dari pegunungan
Bawa rayu dan
Kalungrotan bertusuk
Saga

Aku datang kemari
Karena di sini masih ada
Ria
Riaasli berasalusul deritaasli
Endapan doa dan harap-harap-harap
Dari ketandusan dan kekurangan
O, masih bisa bikin udara di sini
Linggajuran dan –
Bewarna!

Mulai kini
: Pulangkan risau dan derita
Kepada mereka –
Yang diiseng bagia!

Aku datang dari kembar biru dan hijau
Aku kini diserbawarena
Serbawareni
: Kabut di sini biru-biru
Lapar di sini ungu-ungu
Pipi di sini merah-merah
Hati di sini puti-puti
Hoi, mari nyanyi
Mati tumba!”

Selamat datang, Nanggar Tullo!
Selamat tinggal di tengah kami!
Nyanyi, hoi! Tumba, hoi! Hoi-hoi-hoi
keliling sama si Naggar Tullo
Si Nanggar Tullo-Tullo-a-Tullo-oo-o….

———

*) humbang = pedataran tinggi tandus, atas dan sekitar Danau Toba
**) partandang = pemuda yang datang martandang (= berkunjung cumbupada gadis-gadis, kebiasaan di Tapanuli)
***) tumba = semacam tari bersama dengan nyanyi bersama-sama di Tapanuli

Sumber: Majalah Zenit, nomor 9 Tahun III, September 1953, halaman 531-533

About Kumpulan Fiksi

Blog ini bertujuan untuk menghimpun dan berbagi karya-karya fiksi dan yang terkait. Karya fiksi diantaranya cerita pendek atau cerpen; cerita bersambung atau cerbung; novel; dan puisi. Tulisan lainnya berupa resensi atas karya-karya fiksi, profil pekerja seni, catatan atau ulasan yang terkait dengan penulisan, dan sebagainya. Rubrik masih bisa dikembangkan sesuai dengan kebutuhan. Semoga bisa menjadi ajang untuk melatih diri berkarya, dan berharap pula bisa meramaikan jagad sastra Indonesia. Jadi, bila anda memiliki karya, tidak usah meragu untuk mengirimkan karya anda ke: kumpulanfiksi@gmail.com

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: