Tinggalkan komentar

(Zenith, 1953) Puisi Iwan Simatupang: Embun Setitik Pada Salib Biru

Puisi Iwan Simatupang:

EMBUN SETITIK PADA SALIB BIRU

Gegar petir satu malam
Atas bukitbatu di satu teluk

Jauh
Kelam

Embun setitik hanya jatuh

Salib yang terpancang atas bukitbatu
(dari penghunibiara yang jadi perompak

– Berakhir pertapa
(dibatubatu)

Penuh lumutbatu bewarna biru

Dalam denyar sekilas dari petirlalu
Tampak salibbiru gemetar

Sebentar
Terharu

Embun setitik atasnya: linangbiru –

Di celah kenang dan kelam

Sumber: Majalah Zenit, nomor 11 Tahun III, November 1953, halaman 653

About Kumpulan Fiksi

Blog ini bertujuan untuk menghimpun dan berbagi karya-karya fiksi dan yang terkait. Karya fiksi diantaranya cerita pendek atau cerpen; cerita bersambung atau cerbung; novel; dan puisi. Tulisan lainnya berupa resensi atas karya-karya fiksi, profil pekerja seni, catatan atau ulasan yang terkait dengan penulisan, dan sebagainya. Rubrik masih bisa dikembangkan sesuai dengan kebutuhan. Semoga bisa menjadi ajang untuk melatih diri berkarya, dan berharap pula bisa meramaikan jagad sastra Indonesia. Jadi, bila anda memiliki karya, tidak usah meragu untuk mengirimkan karya anda ke: kumpulanfiksi@gmail.com

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: