Tinggalkan komentar

(Kisah, 1955) Puisi Armaya: Memburu

Puisi Armaya*:

MEMBURU

Baru kali inilah beradu garis daerah tolak
usia penuh kelembutan taman tirtonadi setia kerinduan
tempat pemburu yang melepas setiap tergenang waktu

Malam itu malam terakhir lagu keroncong
tegalannya rumput muda dimakan bulan menggairahkan
disampingnya binatang tidur kelelapan mimpi
malamnya malam padu pucat tersingkap.

Tingkahnya menepi jembatan pohon tiada merimbun
segala lampu becak redup tapak kaki yang mendekat kuda lepas
hampa membawa rahmat buat anakbini

Solo, April 1955

Sumber: Majalah Kisah Nomor 5 Tahun III, Mei 1955

*) Armaya, bernama lengkap Haji Abdul Kadir Zaelani Armaya

About Kumpulan Fiksi

Blog ini bertujuan untuk menghimpun dan berbagi karya-karya fiksi dan yang terkait. Karya fiksi diantaranya cerita pendek atau cerpen; cerita bersambung atau cerbung; novel; dan puisi. Tulisan lainnya berupa resensi atas karya-karya fiksi, profil pekerja seni, catatan atau ulasan yang terkait dengan penulisan, dan sebagainya. Rubrik masih bisa dikembangkan sesuai dengan kebutuhan. Semoga bisa menjadi ajang untuk melatih diri berkarya, dan berharap pula bisa meramaikan jagad sastra Indonesia. Jadi, bila anda memiliki karya, tidak usah meragu untuk mengirimkan karya anda ke: kumpulanfiksi@gmail.com

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: