Tinggalkan komentar

(Zenith, 1952) Puisi P Sengodjo: tt.H (1)

Puisi P Sengodjo:

tt.H (1)

 

Seperti boneka yang ingin jadi manusia

Tinggiku satu tujuhpuluh: mau apa!

– tapi saya bilang dengan terus terang:

Di rumahku aku terpaksa membungkuk lewat pintu –

 

Jadi: apa mau dikata?

Akan kubakar dalam api –

– beruntung telah uput aksi bumi hangus –

Hingga kau menyesal di kemudian hari?

 

Marilah! Kau kuajar melihat mega, dan

– kau menyerah berarti mesti kucemplungkan sumur

– kemenangan dengan mudah, tidak berarti –

Korbankan darah untuk memanaskan hati!

 

Lagi: korek api tersedia dalam saku celanaku.

 

SumberL Majalah Zenith, Nomor 7 Tahun II, Juli 1952, halaman 276

About Kumpulan Fiksi

Blog ini bertujuan untuk menghimpun dan berbagi karya-karya fiksi dan yang terkait. Karya fiksi diantaranya cerita pendek atau cerpen; cerita bersambung atau cerbung; novel; dan puisi. Tulisan lainnya berupa resensi atas karya-karya fiksi, profil pekerja seni, catatan atau ulasan yang terkait dengan penulisan, dan sebagainya. Rubrik masih bisa dikembangkan sesuai dengan kebutuhan. Semoga bisa menjadi ajang untuk melatih diri berkarya, dan berharap pula bisa meramaikan jagad sastra Indonesia. Jadi, bila anda memiliki karya, tidak usah meragu untuk mengirimkan karya anda ke: kumpulanfiksi@gmail.com

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: