Tinggalkan komentar

(Siasat, 1951) Puisi Arthum Arta: Kita Kembali, Kita Pulang

Puisi Arthum Artha*):

KITA KEMBALI, KITA PULANG

Mengisi jarak diantara sajak:
Suradinata & Sudarto
(Sum – Bachtiar)

RUMAH…..
yang ditinggalkan bagi Sum
dan ibukota senja untuk Sudarto
lama lagu itu berlepasan
hanya mendengar melengos
pergi berjalan terus
anggut percuma bila:
rumah yang ditinggalkan
di-ibukota senja
bosan ribut akibat klakson
malas menepi mendaki gunung….

Memang unggas pandai berlagu
biasa gembira sepi dan riuh
atau sifat ibukota
sepanjang lintasan senja
kepala mengabur melihat gedung
dan kelokan jalan serta debu
serta lonceng trem
lonceng andong
guruh garuda dan teriakan anak koran
dalam kehidupan sehari-hari berbaris
menanti dan mengharap kasih dan
hujan menguak panas….

Aku kurang dekat pada:
rumah-rumah yang ditinggalkan
pada ibukota senja dan perempuan daki
kuli-kuli-daki tambah telanjang bebas?
Aku tiada arif dan jemu juga
pada lakon yang engkau pertunjukkan
dalam waktu sepintas baru-baru ini.

Kulihat dan engkau lebih dekat
galang itu jalan panjang
cari kunci-kunci baru
antarkan para kuli-kuli
akan terbuka rumah-rumah
dan ibukota senja menghadapi
sumber murni dekat  dagu kekasih
dan jangan engkau menunggu maut
karena itu adalah tantangan nyawa.

Ada perempuan mendaki pada sungai,
sungai itu, sungai kesayangan?
haram, aku benci sedikit padanya
di mana dikabarkan
golongan itu pernah memutuskan cinta.
dan kerinduanku diadukannya pada maut.

Dan sejak angin mengipas terus
sumber penghidupan berjalan sebagai listrik
senja juga memberi jalan untuk pulang
rumah terkunci memberi pintu sekarang
kita kembali, kita pulang
angin dan senja sudah tiada beda!

Sumber: Majalah Siasat, nomor 211 Tahun V, 15 April 1951, halaman 18

*) ARTUM ARTHA, dilahirkan di Desa Parincahan, Kandangan, Kabupaten Hulu Sungai Selatan, Kalimantan Selatan, 20 Agustus 1920 dengan nama aslinya M. Husrien.  Banyak menggunakan nama samaran, antara lain Bujang Jauh, Emhart, HR Bandahara, M.Ch. Artum, M.Chayrin Artha, dan Murya Artha. Ia meninggal dunia di Banjarmasin, 28 Oktober 2002

About Kumpulan Fiksi

Blog ini bertujuan untuk menghimpun dan berbagi karya-karya fiksi dan yang terkait. Karya fiksi diantaranya cerita pendek atau cerpen; cerita bersambung atau cerbung; novel; dan puisi. Tulisan lainnya berupa resensi atas karya-karya fiksi, profil pekerja seni, catatan atau ulasan yang terkait dengan penulisan, dan sebagainya. Rubrik masih bisa dikembangkan sesuai dengan kebutuhan. Semoga bisa menjadi ajang untuk melatih diri berkarya, dan berharap pula bisa meramaikan jagad sastra Indonesia. Jadi, bila anda memiliki karya, tidak usah meragu untuk mengirimkan karya anda ke: kumpulanfiksi@gmail.com

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: