Tinggalkan komentar

(Budaya, 1957) Puisi Armaya: Mengantar Orang Mati

Puisi Armaya:

MENGANTAR ORANG MATI

Dalam ketiadaan yang sunyi menikam
di sini ditinggalkan demi  kedamaian
tangis kubur meremas hati kami
dalam memandang alam yang beda

Tidur dan ditidurkan demikian abadi
tangan mengulur antara tanah tanah basah
dan kami dalam keasingan wajah
sedang desah terakhir  bumi diruntuhkan

Hari terakhir diberikan begini mesra atau janji
dalam redup alam tiada kata-kata
kehadiran yang berkata-kata dalam sendiri
turun bersap-sap malaikat dan sayapnya

Kami memandang bumi merah dan orang-orang
begini tawakal merekatkan arti mati
dan segenap pandangnya adalah sendiri
dosa dosanya mendera dari tingkah yang hitam

Hari terakhir dan segenap pembalasan
turun malaikat bersap-sap bersama janji
bumi diruntuhkan demi hidup damai di sini
dan kami dalam ketiadaan yang sendiri

Sumber: Majalah Budaya Nomor 11-12 Tahun VI, Desember 1957, halaman 51

About Kumpulan Fiksi

Blog ini bertujuan untuk menghimpun dan berbagi karya-karya fiksi dan yang terkait. Karya fiksi diantaranya cerita pendek atau cerpen; cerita bersambung atau cerbung; novel; dan puisi. Tulisan lainnya berupa resensi atas karya-karya fiksi, profil pekerja seni, catatan atau ulasan yang terkait dengan penulisan, dan sebagainya. Rubrik masih bisa dikembangkan sesuai dengan kebutuhan. Semoga bisa menjadi ajang untuk melatih diri berkarya, dan berharap pula bisa meramaikan jagad sastra Indonesia. Jadi, bila anda memiliki karya, tidak usah meragu untuk mengirimkan karya anda ke: kumpulanfiksi@gmail.com

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: