Tinggalkan komentar

(Majalah Siasat, 1952) Puisi Mahbub Djunaidi: Urung

Puisi Mahbub Djunaidi:

URUNG

Cerita orang gagal

Aku tak mau dilihat lagi
Tawa penghabisan menutup cuaca
Turun keputusan – meraba jantung jadi batu
Kusangka juga kegagalan sempat bertahta

Kupekakkan telinga dari nyanyi mereka
Terus melagak kedekapan teluk mutiara
Tinggalkan aku bersunyi dari derapan tawa
Sampai tangan basah lagi dan segar dan menyala

Beri aku kenang
Lalu lari pabila turun jalan di pagi
Amat laju dan laju di tatapan mataku
Kelana ini mau jaga di pelabuhan tua ……..

Sumber: Majalah Siasat, Nomor 276 Tahun VI, 17 Agustus 1952, halaman 17

About Kumpulan Fiksi

Blog ini bertujuan untuk menghimpun dan berbagi karya-karya fiksi dan yang terkait. Karya fiksi diantaranya cerita pendek atau cerpen; cerita bersambung atau cerbung; novel; dan puisi. Tulisan lainnya berupa resensi atas karya-karya fiksi, profil pekerja seni, catatan atau ulasan yang terkait dengan penulisan, dan sebagainya. Rubrik masih bisa dikembangkan sesuai dengan kebutuhan. Semoga bisa menjadi ajang untuk melatih diri berkarya, dan berharap pula bisa meramaikan jagad sastra Indonesia. Jadi, bila anda memiliki karya, tidak usah meragu untuk mengirimkan karya anda ke: kumpulanfiksi@gmail.com

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: