Tinggalkan komentar

(Mimbar Indonesia, 1958) Puisi HG Sudarmin: Genangan

Puisi HG Sudarmin:

GENANGAN

Terbit, terbitlah bulan pelan-pelan
pantul cahyamu di air tergenang
pantul serimu diharidatangku sayang

Biarlah sudah daku berkaca
melihat tawamu awanlalu anginlalu
lagu hidup berkepanjangan

Sedang hijau-hijau bergerakan juga
remang-remang mengambang sari
sari senyummu putih
putih buadada bundaku melimpah

Tiba aku terjaga terdiri mati
nyelang wajahmu hilang
dan semua mati

Dan bimbang tanganku kini membujuk hati

Lalu terbit, terbitlah bulan pelan-pelan
pantul cahyamu di air tergenang
pantul serimu diharidatangku sayang

Sumber: Majalah Mimbar Indonesia, Nomor 7 Tahun XII,125 Pebruari 1958, halaman

About Kumpulan Fiksi

Blog ini bertujuan untuk menghimpun dan berbagi karya-karya fiksi dan yang terkait. Karya fiksi diantaranya cerita pendek atau cerpen; cerita bersambung atau cerbung; novel; dan puisi. Tulisan lainnya berupa resensi atas karya-karya fiksi, profil pekerja seni, catatan atau ulasan yang terkait dengan penulisan, dan sebagainya. Rubrik masih bisa dikembangkan sesuai dengan kebutuhan. Semoga bisa menjadi ajang untuk melatih diri berkarya, dan berharap pula bisa meramaikan jagad sastra Indonesia. Jadi, bila anda memiliki karya, tidak usah meragu untuk mengirimkan karya anda ke: kumpulanfiksi@gmail.com

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: