Tinggalkan komentar

(Mimbar Indonesia, 1959) Puisi K Usman: Patah

Puisi K Usman:

PATAH

Sebabak kisah bagi teman-teman seangkatan….

Bumi remajanya tak pernah berbinar keriaan
Berkah kandas biduknya diungkai badai
Dupa mama dan doanya terkapar di dua nisan
Tali hati bapa diputus arus revolusi 1945 kemarin
Tinggal si buyung tunggul berkayu pelepah rapuh

Tiada sesobek hati bikin cerita tentang diri
Semua menangis dan tertawa di nafas sendiri

Patahnya dikehijauan usia remaja.
Cita dan harapan di senja ranum, –
Terban merendam ke dasar arus berkarang
malam indah ditangisinya dengan dua doa,
Tapi di pagi berembun, tinggal rongga disunyikan nyawa,

SPK I A, Tanjung Karang, 27-1-‘59

Sumber: Fadjar Menjingsing, Majalah Mimbar Indonesia, Nomor 6 Tahun ke XIII, 7 Pebruari 1959, halaman

About Kumpulan Fiksi

Blog ini bertujuan untuk menghimpun dan berbagi karya-karya fiksi dan yang terkait. Karya fiksi diantaranya cerita pendek atau cerpen; cerita bersambung atau cerbung; novel; dan puisi. Tulisan lainnya berupa resensi atas karya-karya fiksi, profil pekerja seni, catatan atau ulasan yang terkait dengan penulisan, dan sebagainya. Rubrik masih bisa dikembangkan sesuai dengan kebutuhan. Semoga bisa menjadi ajang untuk melatih diri berkarya, dan berharap pula bisa meramaikan jagad sastra Indonesia. Jadi, bila anda memiliki karya, tidak usah meragu untuk mengirimkan karya anda ke: kumpulanfiksi@gmail.com

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: