Tinggalkan komentar

(Siasat, 1952) Puisi Sirullah Kaelani: Keadaan

Puisi Sirullah Kaelani:

KEADAAN

Gemuruh langkah satu-satu berhenti
Keriuhan nyanyi fajar harapan sudah sayup-sayup
tenggelam dalam teriakan keluh-kesah berat badan
Gelimpangan manusia kelelahan sepanjang jalan.

Laut kelabu-kemerahan ombak berkecamuk
Berkeliaran perahu-perahu hitam tak berkemudi.
Maut mengintai di segala penjuru
manusia terancam, menjadi kejaran Syiwa.

Manusia! Manusia! Manusia!
O, berapa gelintir ini manusia yang masih berani berjalan malam-malam
Apa diantara pemburu-pemburu juga banyak manusia?
Tidak! Tidak tahu aku! Tidak tahu!
Kalau aku tanya, pemburu dan yang diburu
semua bilang manusia.

Sumber: Majalah Siasat, Nomor 253 Tahun VI, 24 Pebruari 1952, halaman 17

About Kumpulan Fiksi

Blog ini bertujuan untuk menghimpun dan berbagi karya-karya fiksi dan yang terkait. Karya fiksi diantaranya cerita pendek atau cerpen; cerita bersambung atau cerbung; novel; dan puisi. Tulisan lainnya berupa resensi atas karya-karya fiksi, profil pekerja seni, catatan atau ulasan yang terkait dengan penulisan, dan sebagainya. Rubrik masih bisa dikembangkan sesuai dengan kebutuhan. Semoga bisa menjadi ajang untuk melatih diri berkarya, dan berharap pula bisa meramaikan jagad sastra Indonesia. Jadi, bila anda memiliki karya, tidak usah meragu untuk mengirimkan karya anda ke: kumpulanfiksi@gmail.com

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: