Tinggalkan komentar

(Siasat, 1953) Puisi Mahbub Djunaidi: Gunung Biru

Puisi Mahbub Djunaidi:

GUNUNG BIRU

Pembawaan lambang perlahan-lahan
Ke ujung gunung biru
Daripada tembak dahulu kala di sisinya
Diikuti pukulan genderang perlahan sekali
Mengingatkan kekejaman burung-burung gagak
Hati yang patah daripada tubuh tunduk tersungkur rubuh

Dada yang mengembang lebar
Hanya ada emas di hatinya sendiri
Kebiruan langit dan lambang yang berkebat di tangannya

Tanda kemenangan di tangan yang mencari menang sebelum apa?
Kulihat sebagai impian kebun melati di padang pasir

Irama-irama yang datang ribut dan pilu
Ke ujung gunung biru
mengelu elukan tangan yang basah dari genggaman
Alangkah terhuyung huyungnya
Dari jauh tampak sebagai api yang menyala

Langit yang begini berkaca
tersingkap selimut dan berlumba
Kegagalan membawa pelayangan ke lubuk yang bening:

Sumber: Majalah Siasat, Nomor 304 Tahun VII, 29 Maret 1953, halaman 18

About Kumpulan Fiksi

Blog ini bertujuan untuk menghimpun dan berbagi karya-karya fiksi dan yang terkait. Karya fiksi diantaranya cerita pendek atau cerpen; cerita bersambung atau cerbung; novel; dan puisi. Tulisan lainnya berupa resensi atas karya-karya fiksi, profil pekerja seni, catatan atau ulasan yang terkait dengan penulisan, dan sebagainya. Rubrik masih bisa dikembangkan sesuai dengan kebutuhan. Semoga bisa menjadi ajang untuk melatih diri berkarya, dan berharap pula bisa meramaikan jagad sastra Indonesia. Jadi, bila anda memiliki karya, tidak usah meragu untuk mengirimkan karya anda ke: kumpulanfiksi@gmail.com

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: