Tinggalkan komentar

(Siasat, 1954) Puisi Motinggo Boesje: Malam Putih

Puisi Motinggo Boesje:

MALAM PUTIH

ada terasa bebas setelah segala menjadi abu
ada terasa sakit setelah hati dibelah sembilu
ada terpancang bulan menjadi cerah: bintang jadi terang
ada terpancang di hati: nyanyi merdu akan datang.

Ada yang takpernah kulihat: malam sejernih ini.

Sumber: Majalah Siasat, nomor 378 tahun ke VIII, 5 September 1954, halaman 26

About Kumpulan Fiksi

Blog ini bertujuan untuk menghimpun dan berbagi karya-karya fiksi dan yang terkait. Karya fiksi diantaranya cerita pendek atau cerpen; cerita bersambung atau cerbung; novel; dan puisi. Tulisan lainnya berupa resensi atas karya-karya fiksi, profil pekerja seni, catatan atau ulasan yang terkait dengan penulisan, dan sebagainya. Rubrik masih bisa dikembangkan sesuai dengan kebutuhan. Semoga bisa menjadi ajang untuk melatih diri berkarya, dan berharap pula bisa meramaikan jagad sastra Indonesia. Jadi, bila anda memiliki karya, tidak usah meragu untuk mengirimkan karya anda ke: kumpulanfiksi@gmail.com

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: