Tinggalkan komentar

(Zenith, 1951) Puisi Sirullah Kaelani: Perhitungan

Puisi Sirullah Kaelani:

PERHITUNGAN

Tanyakan, tanyakan kepada manusia babak seribu
yang kini hidup terus bermukim di tepi hutan
melanjutkan riwayat Adam dan Hawa;
Tanyakan, tanyakan, apa akan terus membiarkan
labah bersarang, rawa terbentang, rumah gubuk alang-alang?

Ini hidup tinggal sejengkal lagi
Gubuk itu telah apak dan usang.
Orang utas jangan tertawa puas
Tukang rumput jangan enak tidur pulas,
Tumpas hutan dan bangunkan gedung di tengah-tengahnya
sebelum manusia babak kemudian minta hidup

Tanyakan, tanyakan kepada manusia yang tidur seribut tahun
Tanyakan kepada pemimpin, tanyakan pada sendiri
kapan hutan akan ditumpas.
Itu gubuk alang-alang sudah apak dan usang
Matahari  bolak-balik sudah jemu
melalui atap ditutup tai kalong.
Bangun, bangun, lekas bangun!!!

Cirebon

Sumber: Majalah Zenith, Nomor 5 tahun I, Mei 1951, halaman 27

About Kumpulan Fiksi

Blog ini bertujuan untuk menghimpun dan berbagi karya-karya fiksi dan yang terkait. Karya fiksi diantaranya cerita pendek atau cerpen; cerita bersambung atau cerbung; novel; dan puisi. Tulisan lainnya berupa resensi atas karya-karya fiksi, profil pekerja seni, catatan atau ulasan yang terkait dengan penulisan, dan sebagainya. Rubrik masih bisa dikembangkan sesuai dengan kebutuhan. Semoga bisa menjadi ajang untuk melatih diri berkarya, dan berharap pula bisa meramaikan jagad sastra Indonesia. Jadi, bila anda memiliki karya, tidak usah meragu untuk mengirimkan karya anda ke: kumpulanfiksi@gmail.com

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: