Tinggalkan komentar

(Indonesia, 1951) Puisi Sum Suradinata: Sajak Buat Kawan

Puisi Sum Suradinata:

SAJAK BUAT KAWAN

bergegas lari dari himpitan luka-luka
lusuh tinggalkan arena pacuan pertama
engkau kan sampai di simpang jalan sendiri
di mana kehampaan tidak mau berteriak lagi.

maunya sebuah unggun api di tangan, api kemenangan
tandai keangkuhan yang bisa menggelucak dada
tapi nyala apimu terlalu kecil, kandil hanya
alit pada ketenangan derita diculas hatimu.

kawan, percuma paksa lagi aku
ku tak bisa hidup bergelumangkan
kepalsuan dan kebencian belaka
karna sandiwara hidupmu akan masih temui kebuntuan.

Sumber: Majalah Indonesia, Nomor 11 Tahun  II, Agustus 1951, halaman 43

About Kumpulan Fiksi

Blog ini bertujuan untuk menghimpun dan berbagi karya-karya fiksi dan yang terkait. Karya fiksi diantaranya cerita pendek atau cerpen; cerita bersambung atau cerbung; novel; dan puisi. Tulisan lainnya berupa resensi atas karya-karya fiksi, profil pekerja seni, catatan atau ulasan yang terkait dengan penulisan, dan sebagainya. Rubrik masih bisa dikembangkan sesuai dengan kebutuhan. Semoga bisa menjadi ajang untuk melatih diri berkarya, dan berharap pula bisa meramaikan jagad sastra Indonesia. Jadi, bila anda memiliki karya, tidak usah meragu untuk mengirimkan karya anda ke: kumpulanfiksi@gmail.com

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: