Tinggalkan komentar

(Siasat, 1951) Puisi Sum Suradinata: Ragu

Puisi Sum Suradinata:

RAGU

Kenangan pada Juita

lepas kerling, mencamar pergi
tinggalkan bayang-bayang di air tenang
debur di dada tak bisa lagi menduga
ketegangan nanti dalam pautan gini:
loncati, kasih kan membunuh kasih
sekali selami dengan telanjang bulat-bulat, atau
dan
tangan nggapai minta disambut
cetus rasa tanya menanya
pada perjalanan kini hendak kemana?
ah,
kita percuma ada diantara
ragu dan ragu kembali, yang lalu
gamitan dulu tinggal permainan lentik jari belaka
pagutan kasih pada patung mati
sentuh kehampaan hari esok
kita bicara lain kali.

kapan
juita pulang, tengok senja tengah
menghela pamit di ujung hari
kolam berair tenang tempat bayang-bayang
menghilang kabur dan
ragu di kala jumpa:
kita berpalingan lagi.

Sumber: Majalah Siasat, Nomor 216 Tahun V, 20 Mei 1951, halaman 10

About Kumpulan Fiksi

Blog ini bertujuan untuk menghimpun dan berbagi karya-karya fiksi dan yang terkait. Karya fiksi diantaranya cerita pendek atau cerpen; cerita bersambung atau cerbung; novel; dan puisi. Tulisan lainnya berupa resensi atas karya-karya fiksi, profil pekerja seni, catatan atau ulasan yang terkait dengan penulisan, dan sebagainya. Rubrik masih bisa dikembangkan sesuai dengan kebutuhan. Semoga bisa menjadi ajang untuk melatih diri berkarya, dan berharap pula bisa meramaikan jagad sastra Indonesia. Jadi, bila anda memiliki karya, tidak usah meragu untuk mengirimkan karya anda ke: kumpulanfiksi@gmail.com

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: