Tinggalkan komentar

(Zenith, 1951) Puisi Sum Suradinata: Kamar Depan Gereja

Puisi Sum Suradinata:

KAMAR DEPAN GEREJA

duapuluh ampat pukulan
lonceng gereja pagi hari
terlontar ke dinding kamar, tibalah.

dini hari panjang, hari minggu
bagi manusia-manusia ber-Tuhan masih,
lonceng gereja pagi hari
bagi daerah-daerah bertuan masih
bisa membawa harapan lagi dan sambutlah

kepala-kepala merunduk
dan selaun irama cuma
tandai kedamaian insani:
sebuah penyerahan lagi dari kehidupan.

gema itu tiba di dinding kamar
merangkuh kehampaan hati mencari
dan esok hari mereka bisa bicara lagi
tentang cinta, maut dan airmata.

Sumber: Majalah Zenith Nomor 12 Tahun I, Desember 1951, halaman 751

About Kumpulan Fiksi

Blog ini bertujuan untuk menghimpun dan berbagi karya-karya fiksi dan yang terkait. Karya fiksi diantaranya cerita pendek atau cerpen; cerita bersambung atau cerbung; novel; dan puisi. Tulisan lainnya berupa resensi atas karya-karya fiksi, profil pekerja seni, catatan atau ulasan yang terkait dengan penulisan, dan sebagainya. Rubrik masih bisa dikembangkan sesuai dengan kebutuhan. Semoga bisa menjadi ajang untuk melatih diri berkarya, dan berharap pula bisa meramaikan jagad sastra Indonesia. Jadi, bila anda memiliki karya, tidak usah meragu untuk mengirimkan karya anda ke: kumpulanfiksi@gmail.com

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: