Tinggalkan komentar

(Mimbar Indonesia, 1957) Puisi M Poppy Hutagalung: Pamit

Puisi M Poppy Hutagalung:

PAMIT

Kepada ibu

ibu, apapun yang kutahu tentang hatimu
betapa malangku memenggal jalan yang tersedia
tapi hidup ini adalah hidupku
cinta adalah nyawaku

ibu, apapun yang kutatap pada matamu
janganlah kau mengiringku dengan tangis
karena jalan ini terlalu manis
jalan milikku, dari hati yang penuh luka

ibu, nafasku teramat pandak
bumiku teramat jauh
o ibu, kenapa kumusti berlayar sendiri
tanpa hati, yang mau mengerti?

Ibu, di akhir pamit yang kupinta
jika terbujur nanti tubuhku di pintu kota
cium keningku, untuk tandaku
mati ini berbungkus cinta.

Sumber: Fadjar Menjingsing, Majalah Mimbar Indonesia, Nomor 52 tahun XI, 28 Desember 1957

About Kumpulan Fiksi

Blog ini bertujuan untuk menghimpun dan berbagi karya-karya fiksi dan yang terkait. Karya fiksi diantaranya cerita pendek atau cerpen; cerita bersambung atau cerbung; novel; dan puisi. Tulisan lainnya berupa resensi atas karya-karya fiksi, profil pekerja seni, catatan atau ulasan yang terkait dengan penulisan, dan sebagainya. Rubrik masih bisa dikembangkan sesuai dengan kebutuhan. Semoga bisa menjadi ajang untuk melatih diri berkarya, dan berharap pula bisa meramaikan jagad sastra Indonesia. Jadi, bila anda memiliki karya, tidak usah meragu untuk mengirimkan karya anda ke: kumpulanfiksi@gmail.com

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: