Tinggalkan komentar

(Siasat, 1953) Puisi Mahbub Djunaidi: Keperdamaian

Puisi Mahbub Djunaidi:

KEPERDAMAIAN

Dibukakan pintu subuh kelabu
Kuncup semangat yang dilahirkan sehabis bintang habis menari
Sinar sampai di sini lalu semangat merayap di batu
Panas-panas
Tumbuh terus di muka tanah cerah dan merah
Peringatan beserta pembawaan
Kepada segala di detik-detik sesudah ini

Tiada dia mau ke gelanggang kepanasan
Segala kuncup menjadi tunduk
Melukis garis ketenangan sayup-sayup
tenang seperti mawar di bawah bulan.

Sumber: Majalah Siasat, Nomor 305 Tahun VII, 5 April 1953, halaman 21

About Kumpulan Fiksi

Blog ini bertujuan untuk menghimpun dan berbagi karya-karya fiksi dan yang terkait. Karya fiksi diantaranya cerita pendek atau cerpen; cerita bersambung atau cerbung; novel; dan puisi. Tulisan lainnya berupa resensi atas karya-karya fiksi, profil pekerja seni, catatan atau ulasan yang terkait dengan penulisan, dan sebagainya. Rubrik masih bisa dikembangkan sesuai dengan kebutuhan. Semoga bisa menjadi ajang untuk melatih diri berkarya, dan berharap pula bisa meramaikan jagad sastra Indonesia. Jadi, bila anda memiliki karya, tidak usah meragu untuk mengirimkan karya anda ke: kumpulanfiksi@gmail.com

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: