Tinggalkan komentar

(Indonesia, 1954) Puisi WS Rendra: Seorang Temanku

Puisi WS Rendra:

SEORANG TEMANKU

Ia sebatang kara
dan hidupnya dirampas di jalan raya.

Lonceng berdentang dari menara
jauh malam pukul tiga.

Kesepian malam terbujur pada kota
kesepian malam terbaring pada hatinya.

Lewatlah perempuan tua
dengan hasil bumi dari dusun
untuk dijual di pasar kota
lewat malam dan embun turun

Kelelawar terbang pulang di ujung subuh
dan temanku mengeluh:
“perempuan itu punya bagia
hidup dan kerja bagi anaknya.
Tapi hidupku ini untuk siapa?

Terlalu jemu mengurusi diri sendiri
harus ada yang terima kuberi
harus ada yang bisa mengerti.”

Kabut merayap membalut tubuhnya
pudar lampu jalan di jalan raya.

Sumber: Majalah Indonesia, Nomor 11 Tahun V, November 1954, halaman 654

About Kumpulan Fiksi

Blog ini bertujuan untuk menghimpun dan berbagi karya-karya fiksi dan yang terkait. Karya fiksi diantaranya cerita pendek atau cerpen; cerita bersambung atau cerbung; novel; dan puisi. Tulisan lainnya berupa resensi atas karya-karya fiksi, profil pekerja seni, catatan atau ulasan yang terkait dengan penulisan, dan sebagainya. Rubrik masih bisa dikembangkan sesuai dengan kebutuhan. Semoga bisa menjadi ajang untuk melatih diri berkarya, dan berharap pula bisa meramaikan jagad sastra Indonesia. Jadi, bila anda memiliki karya, tidak usah meragu untuk mengirimkan karya anda ke: kumpulanfiksi@gmail.com

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: