Tinggalkan komentar

(Siasat, 1950) Puisi Murya Artha: Rapat

Puisi Murya Artha

RAPAT

Diantara para pemegang peranan rapat-rapat,
ditengah adanya pertempuran kegesitan revolusi kita
banyak daging yang mati menimbun tanah-tanah lekang
seakan dunia ini tidak cukup kurnia Tuhan
dan selalu kekurangan alat menutup lubang-lubang.

Sumber: Majalah Siasat, Nomor 171 Tahun IV, 18 Juni 1950.

*) MURYA ARTHA, dilahirkan di Desa Parincahan, Kandangan, Kabupaten Hulu Sungai Selatan, Kalimantan Selatan, 20 Agustus 1920 dengan nama aslinya M. Husrien.  Banyak menggunakan nama samaran, antara lain Bujang Jauh, Emhart, HR Bandahara, M.Ch. Artum, M.Chayrin Artha, dan Arthum Artha. Ia meninggal dunia di Banjarmasin, 28 Oktober 2002

About Kumpulan Fiksi

Blog ini bertujuan untuk menghimpun dan berbagi karya-karya fiksi dan yang terkait. Karya fiksi diantaranya cerita pendek atau cerpen; cerita bersambung atau cerbung; novel; dan puisi. Tulisan lainnya berupa resensi atas karya-karya fiksi, profil pekerja seni, catatan atau ulasan yang terkait dengan penulisan, dan sebagainya. Rubrik masih bisa dikembangkan sesuai dengan kebutuhan. Semoga bisa menjadi ajang untuk melatih diri berkarya, dan berharap pula bisa meramaikan jagad sastra Indonesia. Jadi, bila anda memiliki karya, tidak usah meragu untuk mengirimkan karya anda ke: kumpulanfiksi@gmail.com

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: