Tinggalkan komentar

(Siasat, 1954) Puasa WS Rendra: Ho Liang Telah Pergi

Puisi WS Rendra:

HO LIANG TELAH PERGI

Teramat biru, Ho Liang!
Gelap dan sepi?

Teramat ringan, Ho Liang!
Melayang pergi.

Roh Ho Liang putih
burung undan terbang putih
tinggal ke mentari.

Apa panas di sana, Ho Liang?
Padang salju atau firdausi?
Engkau saja yang cerita, Ho Liang!
Jangan kemurungan tanah merah di sini!

Terkadang teramat singkat, Ho Liang.
Kita harus beri hati.

Kecantikan murung, bunga-bunga
tersia merebahi kuburnya.

Kupetik satu yang paling putih
kubawa pergi ke pesta.

Sumber: Majalah Siasat Nomor 390 Tahun VIII, 28 November 1954, halaman 22

About Kumpulan Fiksi

Blog ini bertujuan untuk menghimpun dan berbagi karya-karya fiksi dan yang terkait. Karya fiksi diantaranya cerita pendek atau cerpen; cerita bersambung atau cerbung; novel; dan puisi. Tulisan lainnya berupa resensi atas karya-karya fiksi, profil pekerja seni, catatan atau ulasan yang terkait dengan penulisan, dan sebagainya. Rubrik masih bisa dikembangkan sesuai dengan kebutuhan. Semoga bisa menjadi ajang untuk melatih diri berkarya, dan berharap pula bisa meramaikan jagad sastra Indonesia. Jadi, bila anda memiliki karya, tidak usah meragu untuk mengirimkan karya anda ke: kumpulanfiksi@gmail.com

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: