Tinggalkan komentar

(Indonesia, 1951) Puisi Sum Suradinata: Pengungsi

Puisi Sum Suradinata

PENGUNGSI

kawan, mari kita kembali
dari kejatuhan dan sangsi.

pengungsi dikepayahan hari panjang
berbondong-bondong naiki malam patah
malam tidak lagi mau berkata juga.

sempat temui gadis-gadis berjompakan
sama selami kejernihan air tenang
dalam lecutan sinar pagi menurun
pagi resah, tidak perduli apa-apa lagi.

tanyai tiap tokoh di persimpangan jalan
kapan ragu bergelut di wajah bertanya
yang lalu menempuhi senja pandak
kembali redupi seribu warna pecah-pecah
kutuk dan doa pecah
mempercepat gelap dan malam tiba.

kawan,
adakah bintang-bintang tersipu
bintang berjatuhan
bisa tenangi kembali kerisauan hati disembunyikan senda?

Sumber: Majalah Indonesia, Nomor 8-9 Tahun  II, Agustus 1951, halaman 77

About Kumpulan Fiksi

Blog ini bertujuan untuk menghimpun dan berbagi karya-karya fiksi dan yang terkait. Karya fiksi diantaranya cerita pendek atau cerpen; cerita bersambung atau cerbung; novel; dan puisi. Tulisan lainnya berupa resensi atas karya-karya fiksi, profil pekerja seni, catatan atau ulasan yang terkait dengan penulisan, dan sebagainya. Rubrik masih bisa dikembangkan sesuai dengan kebutuhan. Semoga bisa menjadi ajang untuk melatih diri berkarya, dan berharap pula bisa meramaikan jagad sastra Indonesia. Jadi, bila anda memiliki karya, tidak usah meragu untuk mengirimkan karya anda ke: kumpulanfiksi@gmail.com

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: