Tinggalkan komentar

(Siasat, 1952) Puisi Sirullah Kaelani: Bertambah Nyata, Lampu-lampu Sepanjang Jalan Tergantung

Puisi Sirullah Kaelani

BERTAMBAH NYATA, LAMPU-LAMPU SEPANJANG JALAN TERGANTUNG

bertambah nyata, lampu-lampu sepanjang jalan tergantung
cuma di ujung-ujung lorong menuju jurang!

aku punya sedikit pesan buat lorong kesekian,
sejak hari ini baik padamkan saja lampumu
dan aku memberi tangan selamat tinggal.

kalau masih menyala jua, percuma jangan tunggu aku lagi
ukurlah panjang kesunyian sampai mati pengharapan
aku anjing pasar pencari ketentraman

(oi! masih terasa kegamangan
waktu setengah badanku terancam jurang)

tidak, aku belum tertidur sepulas pemabuk arak
aku belum mati sekaku batu arca
aku belum selemah dan layu di dahan patah.

Sumber: Majalah Siasat, Nomor 257 Tahun VI, 30 Maret 1952, halaman 19

Catatan: Puisi ini tanpa judul. Judul di atas diambilkan dari baris pertama

About Kumpulan Fiksi

Blog ini bertujuan untuk menghimpun dan berbagi karya-karya fiksi dan yang terkait. Karya fiksi diantaranya cerita pendek atau cerpen; cerita bersambung atau cerbung; novel; dan puisi. Tulisan lainnya berupa resensi atas karya-karya fiksi, profil pekerja seni, catatan atau ulasan yang terkait dengan penulisan, dan sebagainya. Rubrik masih bisa dikembangkan sesuai dengan kebutuhan. Semoga bisa menjadi ajang untuk melatih diri berkarya, dan berharap pula bisa meramaikan jagad sastra Indonesia. Jadi, bila anda memiliki karya, tidak usah meragu untuk mengirimkan karya anda ke: kumpulanfiksi@gmail.com

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: