Tinggalkan komentar

(Siasat, 1952) Puisi Sirullah Kaelani: Si Ida Kecurian Kasih

Puisi Sirulah Kaelani

SI IDA KECURIAN KASIH

Si Ida kecurian kasih
tersara  ke daerah Buangan
di mana pucuk-pucuk cemara berpatahan
daun-daunan gugur menderu dengan angin

Si Ida berdiri tertegun
sangsi bisa kembali
merayu dendam
Oh kasih yang lari dari genggaman
kau kirim aku ke daerah ini
di mana bintang tak membayang lagi
dan warna-warni lesi dalam kesenduan

Si Ida menjerit, merentak
merintih lesu
Beri aku keramaian dunia
Beri aku kehangatan surya
Beri! Beri! Beri!

……………………………
Pangkal hidung berkerut derita
Bibir melingkar tambah kecil
Senyum hambar, pahit dan pucat
Dari tanah buangan!

Sumber: Majalah Siasat, Nomor 257 Tahun VI, 30 Maret 1952, halaman 19

Catatan: Puisi ini tanpa judul. Judul di atas diambilkan dari baris pertama

About Kumpulan Fiksi

Blog ini bertujuan untuk menghimpun dan berbagi karya-karya fiksi dan yang terkait. Karya fiksi diantaranya cerita pendek atau cerpen; cerita bersambung atau cerbung; novel; dan puisi. Tulisan lainnya berupa resensi atas karya-karya fiksi, profil pekerja seni, catatan atau ulasan yang terkait dengan penulisan, dan sebagainya. Rubrik masih bisa dikembangkan sesuai dengan kebutuhan. Semoga bisa menjadi ajang untuk melatih diri berkarya, dan berharap pula bisa meramaikan jagad sastra Indonesia. Jadi, bila anda memiliki karya, tidak usah meragu untuk mengirimkan karya anda ke: kumpulanfiksi@gmail.com

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: