Tinggalkan komentar

(Siasat, 1952) Puisi Sirullah Kaelani: Tuhan Menjelmakan Keindahan

Puisi Sirullah Kaelani

TUHAN MENJELMAKAN KEINDAHAN

Tuhan menjelmakan keindahan
dalam bentuk-bentuk yang mengagumkan

Bagi bentuk-bentuk paling mengagumkan
cucu Hawa pengguncang kerisauan,

Aku bukan karang mati di tengah lautan
Bukan rumah tertutup di tengah hutan
Aku arus hasrat pendukung wajahnya
Pencatat dan pengenang

Kumau, darah  dalam jantung
sebagian adalah darahnya!

Tetapi. Setiap wajah minta arus
lebih baik berhenti mengalir ……………………..

Sumber: Majalah Siasat, Nomor 257 Tahun VI, 30 Maret 1952, halaman 19

Catatan: Puisi ini tanpa judul. Judul di atas diambilkan dari baris pertama

About Kumpulan Fiksi

Blog ini bertujuan untuk menghimpun dan berbagi karya-karya fiksi dan yang terkait. Karya fiksi diantaranya cerita pendek atau cerpen; cerita bersambung atau cerbung; novel; dan puisi. Tulisan lainnya berupa resensi atas karya-karya fiksi, profil pekerja seni, catatan atau ulasan yang terkait dengan penulisan, dan sebagainya. Rubrik masih bisa dikembangkan sesuai dengan kebutuhan. Semoga bisa menjadi ajang untuk melatih diri berkarya, dan berharap pula bisa meramaikan jagad sastra Indonesia. Jadi, bila anda memiliki karya, tidak usah meragu untuk mengirimkan karya anda ke: kumpulanfiksi@gmail.com

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: