Tinggalkan komentar

(Siasat, 1952) Puisi Sum Suradinata: Prajurit dan Kekasih

Puisi Sum Suradinata

PRAJURIT DAN KEKASIH

sepuluh november
salam penghabisan
dan senja yang menukik
warna-warna kuning merah
tiba di wajah kekasih
juita yang ditinggal pergi, kenanglah.

prajurit, yang punya kejemuan:
kelemahan di tumpasan-tumpasan hidup antara
prajurit, yang punya kebanggaan
kemenangan antara dua buah peperangan
kewajiban dan rindu memalu
tak punya kemampuan lagi
menengok hari-hari yang bisa tiba
keakhiran pahit nyeri memendam
dan lanjutan dari sejarah ini, sayanglah

sepuluh november
sorak kemenangan
dan pagi yang menyongsong
gelambir-gelambir darah dan peluru
juita yang menanti datang.

Prajurit yang tak pulang kembali, kenanglah.

Sumber: Majalah Siasat, Nomor 252 Tahun VI,  17 Pebruari 1952, halaman 19

 

About Kumpulan Fiksi

Blog ini bertujuan untuk menghimpun dan berbagi karya-karya fiksi dan yang terkait. Karya fiksi diantaranya cerita pendek atau cerpen; cerita bersambung atau cerbung; novel; dan puisi. Tulisan lainnya berupa resensi atas karya-karya fiksi, profil pekerja seni, catatan atau ulasan yang terkait dengan penulisan, dan sebagainya. Rubrik masih bisa dikembangkan sesuai dengan kebutuhan. Semoga bisa menjadi ajang untuk melatih diri berkarya, dan berharap pula bisa meramaikan jagad sastra Indonesia. Jadi, bila anda memiliki karya, tidak usah meragu untuk mengirimkan karya anda ke: kumpulanfiksi@gmail.com

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: