Tinggalkan komentar

(Siasat, 1952) Puisi Sum Suradinata: Senja Di Pulau

Puisi Sum Suradinata:

SENJA DI PULAU

senja di pulau, sekunar merapat kelokan teluk
dipukul ombak penghabisan pada kelesuan mengembara
nelayan yang turun yang jemu akan kelambanan dini hari
tinggalkan tepi laut dengan bekas-bekas pijakan di pasir

jauh di daratan, kekasih menanti keakhiran rindu
dari nelayan yang pulang berhampa tangan ini
paran mendekap di balik dada tiada luka
memanggil maut tikamkan pisau di punggung berdua

kembali mereka dihela kenang di sepanjang malam
kapan sebuah keluhan masih bisa berkata lagi
tentang ketiadaan berita semata
tandai suatu kebuntuan sejarah ini.

kan kudongengkan semua itu bersama kelampauan
pada ketujuh keturunan lagi sejak hari itu
dan setitik airmata tak perlu ditumpaskan lagi:

Sumber: Majalah Siasat Nomor 29 Tahun VI, 27 Januari 1952, halaman 20

About Kumpulan Fiksi

Blog ini bertujuan untuk menghimpun dan berbagi karya-karya fiksi dan yang terkait. Karya fiksi diantaranya cerita pendek atau cerpen; cerita bersambung atau cerbung; novel; dan puisi. Tulisan lainnya berupa resensi atas karya-karya fiksi, profil pekerja seni, catatan atau ulasan yang terkait dengan penulisan, dan sebagainya. Rubrik masih bisa dikembangkan sesuai dengan kebutuhan. Semoga bisa menjadi ajang untuk melatih diri berkarya, dan berharap pula bisa meramaikan jagad sastra Indonesia. Jadi, bila anda memiliki karya, tidak usah meragu untuk mengirimkan karya anda ke: kumpulanfiksi@gmail.com

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: