Tinggalkan komentar

(Zenith, 1951) Puisi Muhammad Ali: Catatan Harian

Puisi Muhammad Ali:

CATATAN HARIAN

Kepada kawan seperjalanan

Djono
kita pilih rumah ini:
terongko sepi, sampah mati
demam
dan sedikit manisan

dan marilah kita mulai melukis
corak bendera
buat kerajaan tenggelam
di hari nanti

antara kita – lumpur dan kilat –
tidak lagi saling mengerling
kau isap darah ibuku
dan lusa
kuludahi kain kafanmu

aku
tidak punya kenangan
pada rupa gadisku kemarin
anak yang begitu teliti
menghitung detak di jantungku
aku robek pipinya dan aku bakar
rambut hitamnya

Djono,
dalam kelam tak berpintu
aku terkam segala nyala
juga cintamu
sudah lama tidak bernama

sekarang kita tinggal menanti
kerampungan kerja sendiri
akhirnya, kita sama tahu
darah daging membadai
bikin perhitungan

Sumber: Majalah Zenith Nomor 5 Tahun I, Mei 1951, halaman 267

About Kumpulan Fiksi

Blog ini bertujuan untuk menghimpun dan berbagi karya-karya fiksi dan yang terkait. Karya fiksi diantaranya cerita pendek atau cerpen; cerita bersambung atau cerbung; novel; dan puisi. Tulisan lainnya berupa resensi atas karya-karya fiksi, profil pekerja seni, catatan atau ulasan yang terkait dengan penulisan, dan sebagainya. Rubrik masih bisa dikembangkan sesuai dengan kebutuhan. Semoga bisa menjadi ajang untuk melatih diri berkarya, dan berharap pula bisa meramaikan jagad sastra Indonesia. Jadi, bila anda memiliki karya, tidak usah meragu untuk mengirimkan karya anda ke: kumpulanfiksi@gmail.com

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: