Tinggalkan komentar

(Zenith, 1951) Puisi Harijadi S Hartowardojo: Jemu

Puisi Harijadi S Hartowardojo:

JEMU

Kenangan pada awan
tak jadi hujan

Biduk bulat ini
dikayuh berputar-putar
sekitar sumbu.
Pantai mendampar diri
jemu memandang permainan ini
memanggil ombak
juga tidak berdaya
mengajak biduk agak beranjak

Matahari ikut juga
diam tercapak di langit tidak bertepi
tiada kuasa menahan lari
panas yang memancar meninggalkannya

Hanya kerang
yang dilempar ombak ke tepi
masih bisa merindu benam
dan lari kembali masuk ke air untuk
diulang lempar
ke atas pasir selalu haus

Jadi,
baik diakhiri saja begini:
kita terjun ke air asin ini
sedapat bisa mengapung ke pulau itu
mengikuti ombak yang lari dari pantai

Sumber: Majalah Zenith, Nomor 6 Tahun I, Juni 1951, halaman 350-351

About Kumpulan Fiksi

Blog ini bertujuan untuk menghimpun dan berbagi karya-karya fiksi dan yang terkait. Karya fiksi diantaranya cerita pendek atau cerpen; cerita bersambung atau cerbung; novel; dan puisi. Tulisan lainnya berupa resensi atas karya-karya fiksi, profil pekerja seni, catatan atau ulasan yang terkait dengan penulisan, dan sebagainya. Rubrik masih bisa dikembangkan sesuai dengan kebutuhan. Semoga bisa menjadi ajang untuk melatih diri berkarya, dan berharap pula bisa meramaikan jagad sastra Indonesia. Jadi, bila anda memiliki karya, tidak usah meragu untuk mengirimkan karya anda ke: kumpulanfiksi@gmail.com

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: