Tinggalkan komentar

(Zenith, 1951) Puisi Harijadi S Hartowardojo: Kemarau Tiba

Puisi Harijadi S Hartowardojo:

KEMARAU TIBA

Hujan sudah lama menjauhkan diri
Rintik penghabisan halus membasahi hati
Tapi debu kering putih melengkapi bibir
Dan mengelabui mata

Kijang liar ini naik rangsang
Memacu diri antara daun berguguran
Mahkota lisut bertaburan
Debu dan bau kering bertiup
Dari kejauhan menuju
Pantai yang berlumpur
Sebentar mencium hidung runcing
tercokok ke langit

Pemburu! Patahkan busurmu. Buang!
Tinggalkan anak-panahmu pada sanggulmu
Kemarau tiba dengan kekeringan panjang
Membakar kerongkong
Dan bila panahmu menyusup juga, bisakah
Danau kering ini berair kembali
Burung-burung mengaca diri
Dan lebah meninggalkan sarang penuh madu?

Kijang kejut melambung
Kejang tergolek dengan urat berdekapan
Pelangi turun mandi
Di danau merah di pntu senja.

Sumber: Majalah Zenith, Nomor 6 Tahun I, Juni 1951, halaman 350

About Kumpulan Fiksi

Blog ini bertujuan untuk menghimpun dan berbagi karya-karya fiksi dan yang terkait. Karya fiksi diantaranya cerita pendek atau cerpen; cerita bersambung atau cerbung; novel; dan puisi. Tulisan lainnya berupa resensi atas karya-karya fiksi, profil pekerja seni, catatan atau ulasan yang terkait dengan penulisan, dan sebagainya. Rubrik masih bisa dikembangkan sesuai dengan kebutuhan. Semoga bisa menjadi ajang untuk melatih diri berkarya, dan berharap pula bisa meramaikan jagad sastra Indonesia. Jadi, bila anda memiliki karya, tidak usah meragu untuk mengirimkan karya anda ke: kumpulanfiksi@gmail.com

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: