Tinggalkan komentar

(Budaya, 1957) Puisi Klara Akustia: Nyi Marsih

Puisi Klara Akustia*):

NYI MARSIH

Kepada penari senen

Saban malam Nyi Marsih mesti menari
hati sepi jiwa hampa.

Nyi Marsih datang dari desa
rumah tinggal abu
suami entah di mana
nyi Marsih pergi ke kota
saban malam menari, menari.

Nyi Marsih tidak tahu revolusi
tetapi cinta merdeka
merdeka baginya tanah
nyi Marsih sedih
rumah dan suami musnah.

Nyi Marsih tidak tahu krisis moral
dia senyum dan menari
dicium dan memberi
nyi Marsih tidak merdeka
dan perut keroncongan.

Saban malam nyi Marsih menari
hati menanti kapan merdeka.

Sumber: Majalah Budaya, nomor 3-4 Tahun VI, April 1957, halaman 179

*) Bernama asli Adi Sidharta yang biasa disingkat AS Dharta. Klara Akustia (yang bermakna “mempunyai hubungan rasa simpati“), adalah salah satu nama yang digunakan dalam tulisan-tulisannya. Ia juga menggunakan nama Kelana Asmara, Yogaswara, Barmaraputra dan Rodji.

About Kumpulan Fiksi

Blog ini bertujuan untuk menghimpun dan berbagi karya-karya fiksi dan yang terkait. Karya fiksi diantaranya cerita pendek atau cerpen; cerita bersambung atau cerbung; novel; dan puisi. Tulisan lainnya berupa resensi atas karya-karya fiksi, profil pekerja seni, catatan atau ulasan yang terkait dengan penulisan, dan sebagainya. Rubrik masih bisa dikembangkan sesuai dengan kebutuhan. Semoga bisa menjadi ajang untuk melatih diri berkarya, dan berharap pula bisa meramaikan jagad sastra Indonesia. Jadi, bila anda memiliki karya, tidak usah meragu untuk mengirimkan karya anda ke: kumpulanfiksi@gmail.com

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: