Tinggalkan komentar

(Pudjangga Baru, 1951) Puisi Dodong Djiwapradja: Krisis Hidup

Puisi Dodong Djiwapradja:

KRISIS HIDUP

Hidup dan maut
bertatahan mata dua
Lereng bukit sakit-sakit .

Menari jua pena-pena
Meski dunia hilang bentuk
Dikoyak-koyak .

Dalam dunia gelap ini
Waktu makhluk pada kelaparan mati
Adakah pula seruling nyanyi?

Sumber: Majalah Pudjangga Baru, Nomor 3 Tahun XIII, September 1951, halaman 59

DODONG DJIWAPRADJA, penyair dari tanah Sunda yang mulai menulis puisi sejak tahun 1948 ini, lahir di Banyuresmi, Garut, Jawa Barat, tanggal 25 September 1928. Ia meninggal pada 23 Juli 2009. Puisinya tersebar diantaranya: Majalah Pudjangga Baru, Siasat, Mimbar Indonesia, Seni, dan Budaja Djaja.

About Kumpulan Fiksi

Blog ini bertujuan untuk menghimpun dan berbagi karya-karya fiksi dan yang terkait. Karya fiksi diantaranya cerita pendek atau cerpen; cerita bersambung atau cerbung; novel; dan puisi. Tulisan lainnya berupa resensi atas karya-karya fiksi, profil pekerja seni, catatan atau ulasan yang terkait dengan penulisan, dan sebagainya. Rubrik masih bisa dikembangkan sesuai dengan kebutuhan. Semoga bisa menjadi ajang untuk melatih diri berkarya, dan berharap pula bisa meramaikan jagad sastra Indonesia. Jadi, bila anda memiliki karya, tidak usah meragu untuk mengirimkan karya anda ke: kumpulanfiksi@gmail.com

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: