Tinggalkan komentar

(1989) Puisi Mohammad Jihad Gunawan: Perantau

Puisi Mohammad Jihad Gunawan

PERANTAU

Kalau para perantau sekedar hinggap
kemudian berpaling
jejak-jejaknya lenyap
menyelinap di sela-sela rumput yang kering

Namun mereka lebih suka jalan-jalan di seberang
melintasi dan lalu-lalang pada persimpangan
kemudian segera menghilang
membawa bisa di kukunya yang panjang

Kabut turun menyelimuti
tak ada bara hangati persinggahan ini
walau setumpuk buku dibakar
hanya asap yang menyesakkan khalayak

Sementara bagi si gelandangan
si orang sesat hari-harinya kepalang
dalam suatu perjumpaan keduanya
mereka sama-sama ditantang pulang

1989

About Kumpulan Fiksi

Blog ini bertujuan untuk menghimpun dan berbagi karya-karya fiksi dan yang terkait. Karya fiksi diantaranya cerita pendek atau cerpen; cerita bersambung atau cerbung; novel; dan puisi. Tulisan lainnya berupa resensi atas karya-karya fiksi, profil pekerja seni, catatan atau ulasan yang terkait dengan penulisan, dan sebagainya. Rubrik masih bisa dikembangkan sesuai dengan kebutuhan. Semoga bisa menjadi ajang untuk melatih diri berkarya, dan berharap pula bisa meramaikan jagad sastra Indonesia. Jadi, bila anda memiliki karya, tidak usah meragu untuk mengirimkan karya anda ke: kumpulanfiksi@gmail.com

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: