Tinggalkan komentar

(Abadi, 1970) Sikap, Nyanyian, Konflik, Angsa dan Rendra: Ia adalah Pemberontak dan Seniman

Sikap, Nyanyian, Konflik, Angsa  dan Rendra: Ia adalah Pemberontak dan Seniman

Oleh: M. Ryana Veta

 

Tokoh kritikus sastra banyak yang berkata: “Pada dasarnya sneiman itu pemberontak”. Ini bagiku ada benarnya. Kreativitas memang punya sifat memberontak. Pemberontakan sebagai satu pernyataan tidak puas terhadap apa yang ada dan terhadap apa yang dirasa. Seniman, sebenarnya bukanlah ia yang hanya puas dengan hasil karyanya tok. Tetapi dengan karya-karyanya itu ia harus terus menerus menghayati jurnal-jurnal kehidupan yang pernah ia alami dan rasakan.

Ia adalah pribadi yang gelisah yang membahasakan kegelisahannya itu dengan image-image dan  simbul-simbul yang estetis.  Sedang iamage dan simbul yang estetik itu sebagai alat dan kegelisahannya sebagai suatu sikap yang belum selesai.

WS Rendra seorang dramawan dan juga terkenal sebagai penyair, pada akhir-akhir  ini sepulang dari Amerika banyak menyajikan kepada kita eksperimen-eksperimen yang kontroversial. Baik di bidang teater, maupun dalam sikapnya ia sebagai penyair. Dari teater mini katanya sampai kepada sajak-sajaknya yang terakhir memberikan kesan kepada kita bahwa Rendra kini dalam gelisah, dalam konflik batin yang maha dahsyat.

Diantara sajak-sajaknya yang kontroversial itu, terus terang aku tertarik pada “NYANYIAN ANGSA”. Ia dengan imajinasi yang sederhana tetapi potensiil itu telah merangsang kita untuk terlibat dalam satu diskusi  tentang nilai-nilai dan pandangan hidup. Di sini aku melihat bahwa Rendra benar-benar seorang yang jujur. Jujur dalam artian apa adanya. Keterbukaan sikap dirinya; bahwa inilah Rendra (tiga baris tak terbaca).

Nyanyian Angsa adalah sebuah sajak yang panjang yang di dalamnya tersimpul pemberontakan-pemberontakan terhadap prinsip-prinsip keagamaan yang hidup dan berkembang dalam milieu Rendra atau tegasnya pemberontakan-pemberontakan terhadap prinsip-prinsip tradisional Katolik.

Maria Zaitun yang dilukiskan Rendra sebagai pelacur yang sudah tua usianya yang sisa hidupnya tinggal sepenuhnya diserahkan pada belas kasih sang Sipilisyang memborok di tubuhnya adalah merupakan tragedi dari satu derita manusia. Rendra mau mengungkapkan penderitaan bukan sebagai problematik tetapi penderitaan sebagai suatu nilai.

Maria Zaitun akhirnya mau berobat ke dokter; tetapi ternyata ia tidak diperlakukan sebagai manusia lagi. Ini adalah suatu profil dari kenyataan; bahwa manusia itu kadang lebih kejam dari manusia lainnya. Sang dokter yang barangkali mau dilukiskan Rendra sebagai figur kemanusiaan; tapi ternyata telah menempatkan dirinya sebagai bajingan yang menodong pistol kepada nilai-nilai penderitaan manusia itu sendiri.

Adapun prinsip-prinsip Katolik yang ditentang Rendra adalah membunuh Jesus (dalam sebuah teater mini katanya); menjadikan suara adzan (juga dalam teater mini katanya) dan sikap-sikap yang kontroversial  dalam karya-karya yang lainnya. Di mana ia menempatkan diri sebagai pencari nilai yang tidak puas terhadap kenyataan yang ada.prinsip dari pengampunan dosa. Masalah dosa adalah masalah gereja beserta aparat-aparatnya yang secara otoritas dan birokratis itu mampu memberikan prioritas sorga kepada pemeluk-pemeluknya. Dosa dan kasih ia adalah hubungan vertikal antara makhluk dengan khalknya. Kenyataan ini dilukiskan Rendra secara sinis ketika Maria Zaitun mau menyatakan diri bertobat kepada Pater.

Nyanyian Angsa bagiku adalah Rendra yang tengah bergumul dengan nilai-nilai baru, dengan sikap-sikap baru. Dengan pergumulan yang jujur dan berani ini menyebabkan ia secara terbuka menyatakan inilah Rendra.

Rendra  yang demi kejujurannya berani
Rendra adalah pemberontak.
Rendra adalah seniman.

Sumber: harian Abadi, 3 Januari 1970.

About Kumpulan Fiksi

Blog ini bertujuan untuk menghimpun dan berbagi karya-karya fiksi dan yang terkait. Karya fiksi diantaranya cerita pendek atau cerpen; cerita bersambung atau cerbung; novel; dan puisi. Tulisan lainnya berupa resensi atas karya-karya fiksi, profil pekerja seni, catatan atau ulasan yang terkait dengan penulisan, dan sebagainya. Rubrik masih bisa dikembangkan sesuai dengan kebutuhan. Semoga bisa menjadi ajang untuk melatih diri berkarya, dan berharap pula bisa meramaikan jagad sastra Indonesia. Jadi, bila anda memiliki karya, tidak usah meragu untuk mengirimkan karya anda ke: kumpulanfiksi@gmail.com

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: