Tinggalkan komentar

(Mimbar Indonesia, 1951) Puisi Achmad Marlim: Sindiran untuk Pemimpin

Puisi Achmad Marlim:

SINDIRAN UNTUK PEMIMPIN 

Sedari pagi tadi…..
Si Kurik ini, berkotek ribut
mencatakan ke sana ke mari
bahwa ia mau bertelur
dan si jago ikut ketakut-takut, gembar-gembor

keluar sangkar
ributnya, bukan kepalang lagi
biar semua sama mendengar
si Kurik ‘lah bertelur
kujenguk ke sangkarnya
yaaaa, hanya sebiji saja … !

Lain makhluk….
itu di pasir pesisir, penyu!
diam-diam tak banyak gembar-gembor
ia bertelur,
kujenguk,
waaaaaaa, berpuluh-puluh, bertumpuk-tumpuk……!!

Ayam dan Penyu!
jadi kiasan bagi insan
Bukan gembar-gembor, pidato, ngobrol
sambil plesir berkeliling kemana-mana
Tapi pokok: setia mengabdi Rakyat Melarat!

(Martapura – Kalimantan)

Sumber: Mimbar Indonesia, Nomor 5 Tahun V, Hal. 31, 3 Pebruari 1951 (Rubrik Fadjar Menjingsing)

About Kumpulan Fiksi

Blog ini bertujuan untuk menghimpun dan berbagi karya-karya fiksi dan yang terkait. Karya fiksi diantaranya cerita pendek atau cerpen; cerita bersambung atau cerbung; novel; dan puisi. Tulisan lainnya berupa resensi atas karya-karya fiksi, profil pekerja seni, catatan atau ulasan yang terkait dengan penulisan, dan sebagainya. Rubrik masih bisa dikembangkan sesuai dengan kebutuhan. Semoga bisa menjadi ajang untuk melatih diri berkarya, dan berharap pula bisa meramaikan jagad sastra Indonesia. Jadi, bila anda memiliki karya, tidak usah meragu untuk mengirimkan karya anda ke: kumpulanfiksi@gmail.com

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: