Tinggalkan komentar

(Pelopor, 1975) Puisi Mahawan: Kidung Malam

Puisi Mahawan:

KIDUNG MALAM

Lamat-lamat suaramu
menjerat rindu
Suling gelagah endapkan sunyi
ke dalam sepi. Tenggelamlah
Duka segala kecewa di hati
Harapan, nyanyian Tuhan di gigir malam
menunggu setia di ranjang sorga.
(Buat: Frans & Yoko)

Sumber: Mingguan Pelopor Yogyakarta, 14 Desember 1975

 

 

About Kumpulan Fiksi

Blog ini bertujuan untuk menghimpun dan berbagi karya-karya fiksi dan yang terkait. Karya fiksi diantaranya cerita pendek atau cerpen; cerita bersambung atau cerbung; novel; dan puisi. Tulisan lainnya berupa resensi atas karya-karya fiksi, profil pekerja seni, catatan atau ulasan yang terkait dengan penulisan, dan sebagainya. Rubrik masih bisa dikembangkan sesuai dengan kebutuhan. Semoga bisa menjadi ajang untuk melatih diri berkarya, dan berharap pula bisa meramaikan jagad sastra Indonesia. Jadi, bila anda memiliki karya, tidak usah meragu untuk mengirimkan karya anda ke: kumpulanfiksi@gmail.com

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: