Kumpulan Fiksi

(Gadjah Mada, 1958) Lagi, Enam Puisi Pendek WS Rendra

Puisi-Puisi WS Rendra: HADIRNYA Fotonya tergantung di tembok orangnya tergantung di hati. ____________________ EPISODE  Kami duduk berdua di bangku halaman rumahnya. Pohon jambu di halaman itu berbuah dengan lebatnya dan kami senang memandangnya. Angin yang lewat memainkan daun yang berguguran. Tiba-tiba ia bertanya: “Kenapa sebuah kancing bajumu lepas terbuka?” Aku hanya tertawa. Lalu ia sematkan […]

(Gadjah Mada, 1958) Enam Puisi Pendek WS Rendra

Puisi-Puisi WS Rendra: SEPEDA KEKASIH lebih baik au makan nanti saja sekarang memperbaiki sepeda rusa kekasihku ___________________ DUA BURUNG Adalah dua burung bersama membuat sarang. Kami berdua serupa burung terbang tanpa sarang. ____________________ TELAH SATU Gelisahmu adalah gelisahku. Berjalanlah kita bergandengan dalam hidup yang nyata dan kita cintai. Lama kita saling bertatap mata dan makin […]

(Sinar Harapan, 1975) 2 Puisi Bagong Kussudiardjo: “Lampu Cinta” dan “Tinggalkan”

Puisi Bagong Kussudiardjo: LAMPU CINTA Apa yang akuy menangkan lampu cinta bersinar, merah Kekunging-kuningan menghembus kesepian Lepas buang benda mati tiada berarti Aku lari sambil menari Meski mungkin tak berarti Aku terjang sampai mati Itulah cinta seorang penari ——————————————— TINGGALKAN  Kau tinggalkan lupakan rumput-rumput kerng kerikil-kerikil tajam Kejar angin kejar gelombang Ikuti irama lagu di […]

(Pelopor, 1975) Puisi Mahawan: Ada sebuah Bayang-Bayang I Kepada SDD

  Puisi Mahawan: ADA SEBUAH BAYANG-BAYANG I KEPADA SDD ada sebuah bayang-bayang ada sebuah bayang-bayang, mengendap-endap ada sebuah bayang-bayang, mengendap-endap di lorong-lorong malam ada sebuah bayang-bayang, mengendap-endap di lorong-lorong malam, mengintip segala rahasia di balik jendela semesta tiba masuk ke kamarku dan menyeret tubuhku di bawanya aku ke sebuah tempat yang sunyi — gelap sekali […]

(Pelopor, 1975) Puisi Mahawan: Kidung Malam

Puisi Mahawan: KIDUNG MALAM Lamat-lamat suaramu menjerat rindu Suling gelagah endapkan sunyi ke dalam sepi. Tenggelamlah Duka segala kecewa di hati Harapan, nyanyian Tuhan di gigir malam menunggu setia di ranjang sorga. (Buat: Frans & Yoko) Sumber: Mingguan Pelopor Yogyakarta, 14 Desember 1975    

(Mimbar Indonesia, 1951) Puisi Ansari: Sombongnya dan Perbuatannya

Puisi Ansari:  SOMBONGNYA DAN PERBUATANNYA Sombongnya semula “Mau bela nusa dan bangsa!” Setelah “merdeka” (– untuk mereka saja) Mereka serbu rumah rakyat jelata Mereka hantam gerakan Patriot Bangsa Mereka kikis habis kekayaan negara Mereka bela mati-matian “bekas” penjajah bangsa Mereka ribut rajin mengisi kantong mereka Sombongnya semula, hebat! perbuatannya? presis jendral kolonial……! (Amuntai – Kalimantan […]

(Mimbar Indonesia, 1951) Puisi Rawan Hiba: Tidak Ada!

Puisi Rawan Hiba: TIDAK ADA! Jangan teman: mencari bahagia di maya pada sekarang Mesti di samudera perjuangan Nan luas terbentang Ta’ ada satu makhluk Yang dapat mencari rahasia alam …….. hanya ada satu jalan Yang ia panjang membentang Mengisi hatimu sendiri Di mana dapat menggirang orang Dalam sajakku…… Sering kukutuki diriku Kupandang alam…. Sepi …… […]