Puisi

(Mimbar Indonesia, 1958) Puisi M Poppy Hutagalung: Sepanjang Jalan

Puisi M Poppy Hutagalung: SEPANJANG JALAN (pulang pergi ke sekolah) terkadang seperti mimpi berjalan ia di trotoar lalu bertanya pada diri: di mana hatiku? terkadang seperti mimpi matanya berkilauan ditatapnya bocah-bocah berlaluan – aih, indahmu anak – bisiknya matanya terus berbinar seperti yang baru merasa hati yang terkandung adalah betul miliknya dan mata yang diangankannya […]

(Mimbar Indonesia, 1958) Puisi M Poppy Hutagalung: Kepercayaan

Puisi M Poppy Hutagalung: KEPERCAYAAN semula terlindung dari wajahnya kudengar suaranya memanggil seperti sadar dari segala yang terwajibkan kaupanggil pulang aku tapi dalam benarku kaulah yang kucari di tempat ini kutemui kedamaian siapa mengatakan tempat ini tertutup karena dirimulah kuperoleh dia dengarkan ia berkata: aku inilah pintu kujengukkan kepala ke dalamnya terasa belum kuasa aku […]

(Mimbar Indonesia, 1958) Puisi M Poppy Hutagalung: Pusara

Puisi M Poppy Hutagalung PUSARA di sini tenggelamnya sebukit harapan dan cita-cita antara kasih dan hidup yang diberkahi padanya tertadah tangan bagi kebebasan dan kemuliaan lalu jarinya berbicara, serta semua memberi salam kalau tiba waktunya manusia menagih atas janjinya untuk segala harapan dan cita-cita maka menengadah ia dan mohon berkat adakah kelapangan baginya untuk berdoa […]

(Mimbar Indonesia, 1958) Puisi M Poppy Hutagalung: Asing

Puisi M Poppy Hutagalung: ASING aku tak tahu kau siapa yang tawa dan memberi arti hidup tapi adalah punyamu seluruhnya jika berpaling kau dari mataku nanap aku tak tahu kau siapa yang selalu bermimpi tentang musim tapi adalah musimku teramat baik jika kautanya padaku siapakah aku tapi kau diam saja dan hatiku selalu resah bertanya […]

(Mimbar Indonesia, 1958) Puisi M Poppy Hutagalung: Ketika Bulan Lahir

Puisi M Poppy Hutagalung KETIKA BULAN LAHIR ketika bulan lahir ketika langitnya terang bersijajar bapa dan aku di depan rumah kubertanya apakah bapa punya dongeng indah dan bapa disisiku menjawab riah ketika bulan lahir ketika langitnya terang bersicengkrama kami memintal kasih di bawahnya usia yang meningkat diayun aku di sinarnya lembut bapa terlewat tanganmu membelaiku […]

(Mimbar Indonesia, 1958) M Poppy Hutagalung: Orang di Sebelahku

Puisi M Poppy Hutagalung: ORANG DI SEBELAHKU Tengadah ia menatapku entah apa yang dipandang matakukah? kami sama berdiaman tak ada yang kami perkatakan tapi mata kami banyak berbicara banyak sekali sebuah gambar diulurkan kepadaku aku menyambutnya – isteriku – katanya aku mengalih pandang seperti tukah matanya padaku yang sedang berangkat besar? – ya, ya, matamu […]

(Mimbar Indonesia, 1954) Puisi Odeh Suardi: Janda

Puisi Odeh Suardi: JANDA Senyuman di bibir telaga pagi Riaknya mengalun turun ke hati Mengorak kelopak bunga melati Terlalu tahu diri Apakah cadar kini terdampar Di pulau yang jauh dan sendiri? Ataukah nanti burung di sangkar Mati terkapar sehabis nyanyi? Topeng ini mukaku sendiri Menarikan gemuruh sepi Di tanah air bukan kupunya Terimalah Tuhan, dosa […]