Ulasan Karya

(Abadi, 1970) Sikap, Nyanyian, Konflik, Angsa dan Rendra: Ia adalah Pemberontak dan Seniman

Sikap, Nyanyian, Konflik, Angsa  dan Rendra: Ia adalah Pemberontak dan Seniman Oleh: M. Ryana Veta   Tokoh kritikus sastra banyak yang berkata: “Pada dasarnya sneiman itu pemberontak”. Ini bagiku ada benarnya. Kreativitas memang punya sifat memberontak. Pemberontakan sebagai satu pernyataan tidak puas terhadap apa yang ada dan terhadap apa yang dirasa. Seniman, sebenarnya bukanlah ia […]

(Sinar Harapan, 1977) Piek Ardijanto Soeprijadi: Menikmati Puisi-Puisi FX Puniman

Menikmati Puisi-Puisi FX Puniman Oleh: Piek Ardijanto SECARA santai  serta jenaka Harry Umbrage pernah mengatakan bahwa menulis puisi itu tak jauh bedanya dengan membuat telur dadar. Semula orang memecah beberapa butir telur, lalu mengaduk, kemudian menggorengnya. Hasilnya (dadar itu) ada yang tepat bumbunya dan tepat pula lamanya waktu menggoreng, sehingga enak rasanya. Tetapi ada pula […]

(Merdeka, 1955) Permainan Penyair dan Sajak

(Merdeka, 1955) Permainan Penyair dan Sajak

Permainan Penyair dan Sajak Oleh: Soerachman RM DALAM salah satu sajaknya, pernah Sitor Situmorang menyatakan bahwa “Besar penyair karena duka”. Kemudian Rendra lebih tegas lagi berkata dalam “Ciliwung” yang manisnya” (KISAH/November MCMLV) Maka segala sajak yang baik Adalah terlahir dari nestapa Kalaupun bukan Adalah dari yang sia-sia Ataupun ria yang berarti kerna papa MENURUT saya […]

Bertemu Jansori Andesta yang Menyembunyikan Rasa Merindu – Ulasan Insan Purnama

Bertemu Jansori Andesta yang Menyembunyikan Rasa Merindu – Ulasan Insan Purnama

Ketertarikan saya terhadap puisi berjudul “Terselindung Jauh Rasa Merindu” karya Jansori Andesta diawali oleh keterkejutan saya saat mata saya menubruk kata terselindung. Mulanya saya berpikir bahwa pada kata itu terdapat sisipan –el-, tapi saya tidak menemukan kata dasar sindung. Lalu, saya berpikir mungkin salah ketik, semestinya terselandung sehingga kita bisa dapatkan kata dasar sandung dengan […]

Conni Aruan Bermain-main dengan Warna dan Waktu

Conni Aruan Bermain-main dengan Warna dan Waktu

Conni Aruan menulis sebuah puisi yang berjudul “Semalam, Bulan Berwarna Oranye”.  [link: http://fiksi.kompasiana.com/puisi/2013/06/25/semalam-bulan-berwarna-oranye-568192.html%5D. Selengkapnya puisi itu bisa dinikmati di bawah ini.

Suko Waspodo: Sebuah Percumbuan Lewat Puisi – Ulasan Insan Purnama

Suko Waspodo: Sebuah Percumbuan Lewat Puisi – Ulasan Insan Purnama

SUKO WASPODO: SEBUAH PERCUMBUAN LEWAT PUISI Ulasan Insan Purnama Nama ini sudah beberapa kali memberikan link  di wall Fiksiana Community. Saya pun diam-diam membaca karyanya. Tapi, lama nian saya menanti puisi yang bisa menyentuh hati atau perasaan saya sampai akhirnya tadi pagi saya melihat dia memberikan link lagi. Saya tergoda oleh judul puisinya “Memadu Hati […]

“Bah”, Bukan Sekedar Sensasi, Melainkan Rasa Keadilan yang Terusik – Ulasan Kamerad Kanjeng

“Bah”, Bukan Sekedar Sensasi, Melainkan Rasa Keadilan yang Terusik – Ulasan Kamerad Kanjeng

“BAH”, BUKAN SEKEDAR SENSASI,  MELAINKAN RASA KEADILAN YANG TERUSIK Oleh Kamerad Kanjeng BAH , Kumpulan Renungan Singkat Unkonvensionil Martin Siregar. Buku ini penting. Bukan hanya karena ini sebuah buku yang unik, malainkan ini sebuah ( tawaran ) gagrak ( genre ) dalam dunia tulis menulis ( sastra ) yang dapat membebaskan rakyat dari berbagai hambatan tulis-menulis. […]