Tag Archive | AOH Karta Hadimadja

(Pantja Raja, 1946) Puisi AOH Karta Hadimadja: Lagu Perindu

Puisi AOH Karta Hadimadja LAGU PERINDU Dimanakah engkau, Dulu selalu kutanya, Jiwa gelisah Ingin mencari: Di dalam hati, Atau jauh di langit atas? Tidak, tidak di hati, Tidak di langit jauh, Apatah guna kujadikan soal, Engkau ada, Cukuplah sudah, Umat da’if melagu rindu. Betapakah aku tidak dihimpit dendam, Di waktu pagi keran diputar, Air mancur…….. […]

(Pantja Raja, 1946) Puisi AOH Karta Hadimadja: Siapakah Tuan?

Puisi AOH Karta Hadimadja SIAPAKAH TUAN Siapakah gerangan, tuan, Maka sejak kami bertemu pandang Darah serasa lebih deras mengalir, Tenaga sakti datang melimpah, Seluruh sendi bangun serentak! Laksana air tadinya tenang mengalir, Kini tiada segan membedah bendungan Kuat meraksasa Bersorak-sorai membanjir Menuju lautan bahagia Menyuburi lembah alam sekitar Penaka kali inilah mata baru terbuka, Alam […]

(Pantja Raja, 1946) Puisi AOH Karta Hadimadja: Kehilangan Mestika

Puisi AOH Karta Hadimadja KEHILANGAN MESTIKA Sepoi berhembus angin menyejuk diri, Kelana termenung Merenung air, Lincah bermain ditimpa sinar. Hanya Sebuah bintang Kelip kemilau, Tercapak di langit Tidak berteman. Hatiku, Jiatiku. Belumkah juga sejuk dibuai bayu, Girang beriak mencontoh air, Atau laksana bintang biarpun berbinar-binar, Petunjuk nelayan di samodera lautan ? Sumber: Majalah Pantja Raja, […]

(Pantja Raja, 1946) Puisi AOH Karta Hadimadja: Sebagai Dahulu

Puisi AOH Karta Hadimadja: SEBAGAI DAHULU Laksana bintang berkilat cahya, Di atas langit hitam kelam Sianr berkilai cahya matamu, Menembus aku ke jiwa dalam. Ah, tersadar aku, Dahulu…… Telah terpasang lentera harapan, Tertiup angin gelap keliling. Laksana bintang di langit atas, Bintangku Kejora Segera lenyap beredar pula, Bersama zaman terus berputar. Sumber: Majalah Pantja Raja, […]

(Pantja Raja, 1946) Puisi AOH Karta Hadimadja: Kematian Anak

Puisi AOH Karta Hadimadja: KEMATIAN ANAK  Kepada Nani Anak terbujur Di dalam kubur Sendiri sunyi Ditanam tadi ………………………… Ibu menangis Tersedu-sedan Di malam gelap Senyap murni. Suara ayah memecah hening Ucapan Illahi membendung keluh Suara hati hendak dibenam Kurang ikhtiar meremuk redam Sumber: Majalah Pantja Raja, Nomor 15 Tahun I, 15 Juni 1946, halaman 406 […]

(Pantja Raja, 1946) Puisi AOH Karta Hadimadja: Puji

Puisi AOH Karta Hadimadja PUJI Indah permai bulan purnama Cahaya kemilai menimpa bumi, Daun berdesir melagukan surga Air beriak berlincah-lincah, Tuhan, Tuhanku, Kaya benar kerajaanMu….! Susah payah kata kucari, Memuji kasih-Mu berlimpah-limpah, Dalam bangsaku menghadapi bagya Rahmat inipun berderai-derai, Tuhan, Tuhanku, Besar benar kemurahanMu….! Sumber: Majalah Pantja Raja, Nomor 15 Tahun I, 15 Juni 1946, […]

(Pantja Raja, 1946) Puisi AOH Karta Hadimadja: Sadar

Puisi AOH Karta Hadimadja: SADAR Apa yang kudengar setiap hari, Gundah gulana, Meraung dan merana, Katanya: “Tak kunjung diruntut malang.” Jarang kudengar Syukur membumbung, Padahal tidakkah Ni’mat selalu tertumpah? Sebentar saja Tuan renungkan, Bila sececah Tidak bernafas. Dibalik derita nan ta’ seberapa Nyata tuan masih di bawah Lindungan khalik. Ah, tuan, renungkan dan insyaflah! Sumber: […]