Tag Archive | Armaya

(Indonesia, 1958) Puisi Armaya: Sriwedari

Puisi Armaya*: SRIWEDARI Derai ayun cemara menyobek lapang sriwedari cumbu yang lepas  lepas menakhluki diri dibanjir malam tua langkah jauh di ujung musim kelabu hati kengerian diri dahyat kehidupan Suar lampu mengerling taman malam mata mata pemburu angin cemara membelai rambutnya wajah malam gelojak danau sriwedari haus menghampar dirinya tersingkap kejauhan langkah kaki dalam malam […]

(Budaya, 1957) Puisi Armaya: Di Atas Makam Ayahanda

Puisi Armaya*: DI ATAS MAKAM AYAHANDA (Bagi Amenah, Hanafie, A. Saleh) Rumputnya liar berlingkar di dada bumi dan tanahnya satu berpenghuni abadi malaikatku bangun merangkul awal puasa bunda taburkan bunga tamasya yang indah Umur yang membur surup mentari pada wajah bunda terkenang segala tingkah dari pandang pertama dan sendunya hari penghabisan lewat sinar yang membakar […]

(Budaya, 1957) Puisi Armaya: Banyuwangi

Puisi Armaya*: BANYUWANGI Jalan menggaris panjang bayang-bayang tersulam atas tanahnya kedamaian cinta terpahat nisan darah leluhur tiada sembunyi ayun-ayun daunan tua Hidup hanya mewarisi cinta dan cita kehidupan atas darah-darah cita gerlap pendar mentari dan susu-susu ibu yang manis mewarna  hidup menggugah darah segenap cinta asing diri Lambaian nyiur sepanjang cinta abadi dan fajar sempurna […]

(Budaya, 1957) Puisi Armaya: Dari Tanah Rawa

Puisi Armaya*: DARI TANAH RAWA segenap yang jadi keyakinannya rawa bening remaja dari dunianya yang biru dan gelisah dari haru penghabisan takut mengendap dalam duka tanah wangi Lembah dikelilingi oleh laut jiwa wajah yakin dipendar bahagia tiba di hari minggu lembut remas kehadiran atas cerlang mentari tangan mimpi Hari pesta bertemu segenap janji dari kata […]

(Budaya, 1957) Puisi Armaya: Berita Dari Solo

Puisi Armaya*: BERITA DARI SOLO Alunan gamelan membenam dalam dada dari pandang tualang sebelum matinya dan terasa tamasya sriwedari mempesona malam di mana kau penghuninya yang kepas Hari membentang antara janji di ujung mati bulan maret yang luka dan tangis perempuan berdesakan antar cahya tergesa dekap mimpi dari pandang yang duka aku yang sendiri mencium […]