Tag Archive | Arthum Artha

(Siasat, 1950) Puisi Murya Artha: Ach

Puisi Murya Artha ACH   Perduli apapun waktu itu sudah usai bagi kita penggerak menggugah keadaan baru rapat baru harus dirobah cepat-cepat merombak giliran kita surya wirawan hidup kembali. Boleh juga, kita membangkit dan mengikuti ideologi lain untuk sementara kisaran masa yang membuncah dan boleh pula kita merobah sikap kita asalkan pedoman abadi bagi negara […]

(Siasat, 1951) Puisi Arthum Artha: Kita Kembali, Kita Pulang

Puisi Arthum Artha*): KITA KEMBALI, KITA PULANG Mengisi jarak diantara sajak: Suradinata & Sudarto (Sum – Bachtiar) RUMAH….. yang ditinggalkan bagi Sum dan ibukota senja untuk Sudarto lama lagu itu berlepasan hanya mendengar melengos pergi berjalan terus anggut percuma bila: rumah yang ditinggalkan di-ibukota senja bosan ribut akibat klakson malas menepi mendaki gunung…. Memang unggas […]

(Siasat, 1951) Puisi Arthum Arta: Khatulistiwa

Puisi Arthum Artha*): KHATULISTIWA Pada hari-hari panas yang lalu dan mendatang. ada sekarang tiba giliranku – kasih penjelasan dalam keadaan di bawah sinar khatulistiwa di jarak datarmaya dan langit Sekarang tumbuh giliranku kasih penjelasan dari penjelmaan hidup – orang kedua dari laut lumpur berbau – tidak harum, cuma bintang kasih pedoman Ini di bawah bulan […]