Tag Archive | Chairil Anwar

(Pantja Raja, 1947) Puisi Chairil Anwar: Sebuah Kamar

Puisi Chairil Anwar: SEBUAH KAMAR Sebuah jendela menyerahkan kamar ini pada dunia. Bulan yang menyinar ke dalam mau lebih banyak tahu. “Sudah lima anak bernyawa di sini Aku salah satu!” Ibuku tertidur dalam tersedu Keramaian penjara sepi selalu, Bapakku sendiri berbaring jemu Matanya menatap orang tersalib di batu! Sekeliling dunia bunuh diri! Aku minta adik […]

(Pantja Raja, 1947) Puisi Chairil Anwar: Nocturno

Puisi Chairil Anwar: NOCTURNO (fragmen) ……………………………………………….. Aku menyeru – tapi tidak satu suara membalas, hanya mati dibeku udara dalam diriku terbujur keinginan juga tidak bernyawa Mimpi yang penghabisan minta tenaga patah kepak, sia-sia berdaya dalam cekikan hatiku Terdampar…menginyam abu dan debu dari tinggalannya suatu lagu ingatan pada ajal yang menghantu dan demam yang nanti membikin […]

(Pantja Raja, 1946) Puisi Chairil Anwar: Malam

Puisi Chairil Anwar: MALAM Mulai kelam belum buntu malam kami masih berjaga — hermopylae?— — jagal tidak dikenal? – tapi nanti sebelum siang membentang kami sudah tenggelam hilang Markas API, Menteng, ‘45 Sumber: Majalah Pantja Raja, Nomor 2 Tahun II, 1 Desember 1946, hal. 56

(Pantja Raja, 1946) Puisi Chairil Anwar: Kepada Kawan

Puisi Chairil Anwar: KEPADA KAWAN Sebelum ajal mendekat dan mengkhianat, mencengkam dari belakang ‘tika kita tidak melihat, selama masih menggelombang dalam dada darah serta rasa, belum bertugas kecewa dan gentar belum ada, tidak lupa tiba-tiba bisa malam membenam, layar merah berkibar hilang dalam kelam, kawan, mari kita putuskan kini di sini: Ajal yang menarik kita, […]

(Pantja Raja, 1947) Puisi Chairil Anwar: “Betina”nya Affandi

Chairil Anwar “BETINA”NYA  AFFANDI Betina, jika di barat nanti menjadi gelap turut tenggelam sama sekali juga yang mengendap, di mukamu tinggal bermain Hidup dan Mati. Matamu menentang – sebentar dulu! – Kau tidak gamang, hidup kau sintuh, kau cumbu, sekarang senja gosong, tinggal abu… Dalam tubuhmu ramping masih berkejaran Perempuan dan Laki Sumber: Majalah Pantja […]