Tag Archive | Cholifatul Ridwan

Puisi Cholifatul Ridwan: Sajak Ingin Berkata Tidak

SAJAK INGIN BERKATA TIDAK  Puisi Cholifatul Ridwan Mereka membikin jejaring kata Dari benang usang Kubikin sehuruf saja Dengan merusaknya -Benang kata. Mereka impikan makna Dari rimba huruf kata sajaknya Sesajakku sehuruf saja Mungkin tanpa makna Mungkin tak punya  nama Mereka masih ingin mengubah dunia Dengan sajak-sajak indahnya Tak ingin kuubah dunia Ingin kugubah sesajak saja […]

Puisi Cholifatul Ridwan: Cerita Orang Gunung

CERITA ORANG GUNUNG  Puisi Cholifatul Ridwan Kali ini, akan kuceritai kau tentang orang-orang gunung yang hidup di ceruk-ceruk gua. Rahib yang kabur dari biara, menyimpan cinta sungai menggebu dan rindu pasir bebatu. Di sebuah lipatan ceruk miliknya, kita bisa bercinta sepuasnya. : menatah andesit raksasa. “ Dasar orang kota! Sudah, mari sini! Hidangan lah siap!” […]

Puisi Cholifatul Ridwan: Fragment Orang Tersingkir (2)

 FRAGMENT ORANG TERSINGKIR (II) ;Aku tidak lantas menggoyangmu hingga kau makin tersiksa dalam kenikmatan itu. Aku yang kau ayak sampai terpental-pental ke tepi, masih punya tebing curam di ujung benua kasih itu. Dan pembelaan-pembelaaan yang  tak kau terima kuuluranyam menjadi sarang yang nyaman. Seperti laba-laba yang terlalu nikmat dengan sepinya, aku menunggu korbanku yang adalah […]

Puisi Cholifatul Ridwan: Jumat Agung

JUMAT AGUNG Puisi Cholifatul Ridwan Adalah Jumat, hari yang padat, serasa singkat. Kemudian lagi sabtu, ahad, senin, selasa, rabu, kamis … syukurlah! Masih ada sempat untuk berbuat. Tanamlah apa yang bisa ditanam, hingga berbuah dan manisnya bisa kau cecap, bukan sepah. Dongengmu kawan, juga sisa penghabisan dari juang, lah kusampaikan seperlunya. Jadi perlukah ada lagi […]

Puisi Cholifatul Ridwan: Romus

Puisi Cholifatul Ridwan: Romus

Puisi Cholifatul Ridwan ROMUS Seorang lelaki dengan piala berlumur nektar Memekik langit Dan sisa tangannya terkepal Angin tegang Rombongan serigala Lidahnya terjulur Menetes bulatan-bulatan rindu Terburu Mengendus huruf-huruf yang patah dari jeritan pekik tanpa kalimat menanggalkan lulang jantungnya telanjang angin berdenyut ke ubun-ubun bumi marah menampung jerit bayi yang jadi tiri sebelum tuntas diajari cinta […]

Puisi Cholifatul Ridwan: Oedipus Complete

OEDIPUS COMPLETE  Puisi Cholifatul Ridwan Ingin kutelan tubuhmu dengan dendam, hingga ususku bengkak dan kelaminku membuncit lalu pecah menetaskan belatung dan nanah. Biar kau telan. Kelak anak-anak kita bisa leluasa mencekik pendeta. Benar-benar dendam yang sempurna. Setengah dari tubuh yang kita kenakan adalah pinjaman. Kau sebut dari bapak. Kusebut punya ibu. Khotbah yang menganak sungai… […]

Puisi Cholifatul Ridwan: Angin dan Jejak Sajak

Puisi Cholifatul Ridwan: Angin dan Jejak Sajak

  ANGIN DAN JEJAK SAJAK  Puisi Cholifatul Ridwan Kau yang tak punya kata tapi hendak mencapai sajak Kelak Cuma membekaskan jejak-jejak bengak. katanya Jika kau paksa juga menulis sajak Kata memang  tiba, tapi makna jauh bertolak. Kata pula Aku memang tak punya kata Hendak kutulis pula sesajak, apa salahnya? Jikapun hanya angin yang kupunya Bisa […]