Tag Archive | Dew Indrian’s

Puisi Coretan Embun: Janji Lebah Pada Bunga Seruni

Puisi Coretan Embun: Janji Lebah Pada Bunga Seruni

JANJI LEBAH PADA BUNGA SERUNI  Puisi Coretan Embun Seekor Lebah terbang kesana kemari Hilir mudik tiada henti Sedang mencari bunga Seruni Kekasih yang [mungkin] tak kembali Bunga Seruni tidaklah pergi Hanya dipindahkan sang petani Kedalam jambangan warna warni Tersembunyi dari belaian Mentari Lebah pun sejenak lelah lalu menepi Tanpa sengaja dilihatnya setangkai Seruni Yang sedang […]

Puisi Coretan Embun: Di Kotamu Kurindu Untuk Kembali

Puisi Coretan Embun: Di Kotamu Kurindu Untuk Kembali

DI KOTAMU KURINDU UNTUK KEMBALI   Puisi Coretan Embun Suka cita untuk kembali kesini Menapaki setiap sudut sudut hati Dikota ini hadirkan seribu memori Yogyakarta selalu kuingin tuk kembali Kuhampiri gerbang kotamu Yogya Kudengar gelak tawa, senda gurau  gembira Pancarkan keramahtamahan para penghuninya Dengan deretan sepeda ontel para pekerja Dikotamu yang teristimewa Kota yang tiada […]

Puisi Coretan Embun: Sungguhku Terpesona Semburat Mentari

Puisi Coretan Embun: Sungguhku Terpesona Semburat Mentari

SUNGGUHKU TERPESONA SEMBURAT MENTARI  Puisi Coretan Embun Laksana embun yang berlari lari Di lembar lembar dedaunan suji Menebar aroma Sang Pagi Semerbak bunga menari nari Menyambut rona Mentari Sinarnya membias Bumi Ditemani kokok jantan Cemani Cinderamata Maha Esa Kuterpesona pada Semesta Sinaran mentari hangatkan jiwa Menawarkan rasa bahagia Berjingkat jingkat dalam suka Temani kupu kupu […]

Griyo Ageng Ki Demang – Cerpen Coretan Embun

Griyo Ageng Ki Demang – Cerpen Coretan Embun

GRIYO AGENG KI DEMANG Cerpen Coretan Embun Gendis,  gadis belia itu berdiri mematung memandang batang batang tebu yang tumbuh dengan kokoh didepannya. Dengan mata berkaca kaca gadis itu menatap lelaki muda disampingnya. “Maafkan aku Rangga, semua kulakukan karena ingin membebaskan bapakku dari belitan hutang”, ujar Gendis  lirih. “Aku mencintaimu Gendis…jangan tinggalkan aku”, ujar Rangga setengah […]

Puisi Coretan Embun: Mahligai Bulan Enggan Bertahta

Puisi Coretan Embun: Mahligai Bulan Enggan Bertahta

MAHLIGAI BULAN ENGGAN BERTAHTA  Puisi Coretan Embun Malam ini….. mahligai bulan menolak bertahta sebelumnya riuh rinai hujan menari nari diiringi dendang nyanyian halilintar dan petir genderang menyambar dan memekakkan telinga angin dengan congkaknya berkuasa menumbangkan apa saja yang disentuhnya Bulanpun membuang muka masih enggan bertahta Malam ini….. kapankah gemintang   berkedip manja temani bulan hiasi cakrawala […]

Puisi Coretan Embun: lolongan Serigala Bagaikan Syair Kematian

Puisi Coretan Embun: lolongan Serigala Bagaikan Syair Kematian

LOLONGAN SERIGALA BAGAIKAN SYAIR KEMATIAN   Puisi Coretan Embun Hidup adalah Matahari Malam adalah Kematian Ketika mawar tumbuh dan mekar Belalang pun merusak Nyanyian kutilang Tertembak pemburu Sebuah goresan, berdarah Isyarat kematian Pulang ke rumah Ingin berbaring kendaraan terjebak Oh, janji tak terpenuh Pada jamuan malam Kasak kusuk tak bertepi Adalah janji janji manis Sukacita […]