Tag Archive | Dhimas Widianto

Puisi Dhimas Widianto: Sahabat

SAHABAT Puisi Dhimas Widianto Anak tupai berada di meja kaca Camar tersenyum kecut di balik awan lalu rindu sauh nelayan Kita payah karena dongengmu tentang negeri treyka, gemuruhnya rock’n roll di kaset pita Sahabat.. Dengar sejenak kidung belalang di pucuk daun, suara riak air sungai kecil di ujung kampung Pandang sebentar foto kita dalam lemari […]

Puisi Dhimas Widianto: Anak Pasar

ANAK PASAR Puisi Dhimas Widianto Do re mi sol fa mi do.. Anak pasar mencuri bulan sambil tunggu hidangan tuan Jangan biarkan tuan mereka sembah berhala Jangan mengaku tuan sebagai punggawa Raja Do re mi sol fa mi do.. Anak pasar masih mencuri bulan Karena tak kunjung datang hidangan tuan Tanggalkan saja tuan gelarmu punggawa […]

Puisi Dhimas Widianto: Gudang Senjata

GUDANG SENJATA Puisi Dhimas Widianto Ini jalanan Bung! Bukan hotel, gedung, plaza, dan bandara Hanya asap knalpot dan keringat bejat bau cuka Berserak botol arak berandal kota. Ini kejam Bung! Di tong sampah Ada bayi Mayat di gerbong kereta pagi Korban nafsu biadab yang enyahkan harga diri Dan kita Bung! sekarat dihimpit hotel, gedung, plaza, […]

Waraka – Cerpen Dhimas Widianto

Waraka – Cerpen Dhimas Widianto

WARAKA Cerpen Dhimas Widianto Di kampungku, bunga-bunga terbuat dari mutiara dengan kelopak jingga, air comberan berupa susu dan madu, dan pohon tebu-tebu adalah emas berbentuk menara. Lalu jalan setapak yang dilalui domba-domba berupa kasur, sofa, dan hamparan biji kurma. Sedangkan rumah-rumah di sela pegunungan kabut terbuat dari anyaman roti dengan atap kayu cendana berwarna merah […]

Bukan Romeo dan Juliet – Cerpen Dhimas Widianto

Bukan Romeo dan Juliet – Cerpen Dhimas Widianto

BUKAN ROMEO DAN JULIET Cerpen Dhimas Widianto Hey perkenalkan, namaku Romeo. Nama yang keren kan? Yup, itu karena aku suka sekali lo film Romeo dan Juliet. Kisah yang romantis bukan? Hmm.. Seandainya kisah cintaku dan Mawar bisa seromantis mereka. Aih.. Kok malah jadi berkhayal ya. Hehe.. Dan aku sendiri adalah seekor capung muda paling keren […]

Lelaki yang Menunggu Hujan dan Kabut – Cerpen Dhimas Widianto

Lelaki yang Menunggu Hujan dan Kabut – Cerpen Dhimas Widianto

LELAKI YANG MENUNGGU HUJAN DAN KABUT Cerpen Dhimas Widianto Bangau-bangau telah pulang menuju sarang di punggung bukit. Anak tupai kembali ke peraduan. Sudah tak tampak pula domba-domba yang menghiasi tanah lapang. “Malam ini hujan dan kabut akan datang..” Gumam lelaki sembari memandang awan yang berarak di langit sore. Lalu segera menuju beranda duduk di atas […]

Markas Perampok – Cerpen Dhimas Widianto

Markas Perampok – Cerpen Dhimas Widianto

MARKAS PERAMPOK Cerpen Dhimas Widianto Dusun Ngeblak markas perampok. Dari perampok sapi sampai sandal jepit, dari yang bocah sampai aki-aki bau tanah. Pria, wanita, yang banci juga ada. Semuanya perampok. Bukan warga Dusun Ngeblak kalau bukan perampok, dan bukan perampok sejati kalau tidak tinggal di Dusun Ngeblak. Yang merampok tiga kali sehari seperti jadwal makan […]