Tag Archive | Eko Tunas

Catatan Eko Tunas tentang Puisi Esai

Catatan Eko Tunas tentang Puisi Esai

TENTANG PUISI ESAI Oleh: Eko Tunas Hormatku untuk para perintis puisi esai: Simon HT, Rendra, Emha Ainun Nadjib Puisi Esai bukan sekadar puisi panjang — apalagi pakai catatan kaki segala. Mana ada karya sastra — apalagi sajak — pakai catatan kaki. Sajak adalah karya fiksi dengan dasar estetika (filsafat keindahan). Mudahnya: puisi adalah seni bahasa. […]

(Masa Kini, 1981) Puisi Eko Tunas: Mencoba Jadi Dalban

Puisi Eko Tunas: MENCOBA JADI DALBAN Mencoba jadi siapa Ketika berkuda, ketika vervolg school Eko cilik di pelana dan kau nuntun kendali Kenapa Dalban plekatik bisa tertawa Sedang bapakku amtenar berkerut dahi Di tengah keluhan para tetangga Mencoba jadi apa Ketika hutan pagi, ketika matahari Eko cicir merengek-rengek dan kau nembang mocopat Kenapa aku tak […]

Puisi Eko Tunas: Opera Simpang Jalan

Puisi Eko Tunas: Opera Simpang Jalan

OPERA SIMPANG JALAN Puisi Eko Tunas Tanah airku tanah tumpah darahku dan kami menyanyi juga, tegak di simpang jalan: simpang timur barat simpang utara selatan simpan bayang segala zaman. Di sinilah aku beri=diri jadi pandu ibuku: pandu bagi seutuh ibu seluruh pertiwi (165 juta rakyat simpang jalan) “yang kaya makin kaya yang miskin Makin miskin” […]

Puisi Eko Tunas: Katakanlah Saudaraku

Puisi Eko Tunas: Katakanlah Saudaraku

KATAKANLAH SAUDARAKU Puisi Eko Tunas Katakanlah apa yang ingin kau katakan Sekaranglah waktunya dan kepadakulah Ungkapkan semua derita lingkunganmu Sebab aku melihatmu… Ya, aku melihatmu saudaraku : ternyata aku tidak seperti kawanku yang mengatakan di kota tak ada apa apa selain pesta pesta kemenangan tender proyek besar yang salah satu pesta anggurnya di hotel tingkat […]

Puisi Eko Tunas: Langit Merah – Pandji Koesmin

Puisi Eko Tunas: Langit Merah – Pandji Koesmin

LANGIT MERAH : *Pandji Koesmin Pesawat terbang mengambang di Langit Makin Mendung* O jejak mengambang. Jakarta, Hongkong, Macao, Las Vegas. Lalu gerimis renyai, seperti berwarna merah. Dan lagu pelacur tua dan laki-laki muda. Lagu kaum terjajah sejak berabad lalu. REPORTASE: semua mengingatkan jejak atas peristiwa berdarah. Tanjung Priok, Nganjuk, Nipah, Timika, Jenggawah, Kediri, Purwakarta, Bandung […]

Puisi Eko Tunas: Kota Menunggu

Puisi Eko Tunas: Kota Menunggu

KOTA MENUNGGU  Puisi Eko Tunas aku kan tetap menunggu di pantai utara berharap kau kembali setelah pelayaran itu tiga bulan empat bulan satu tahun aku akan menunggumu sampai laut pasang oleh airmatamu dan kota tenggelam oleh airmataku 2010

Puisi Eko Tunas: Tuhan Baru

Puisi Eko Tunas: Tuhan Baru

TUHAN BARU Puisi Eko Tunas Kekasih baru kita menjelma ponsel tak terhitung di ujung sana bersuara atau mengurai kata Kota telah tiada bersama manusia yang tenggelam oleh peradaban dan Onan sang kekasih bangkit dari zaman digital sepanjang waktu dan tuhan baru… 2010  

Puisi Puasa Puisi – Catatan Eko Tunas

Puisi Puasa Puisi – Catatan Eko Tunas

PUISI PUASA PUISI Oleh Eko Tunas PENYAIR yang dalam dekade 1970-an pernah menyebut diri ‘Presiden Penyair Indonesia’ Sutardji Calcoum Bachri pernah menulis puisi dalam bentuk zigzag yang kalau ditulis dalam larik selazimnya berbunyi: tuhantuhantu… Dalam eseinya yang berjudul “Repot” Emha Ainun Nadjib menilik puisi itu sebagai reinkarnasi dari puisi Brazil karya anonim yang berbunyi: mortemortemor… […]

Puisi Eko Tunas: Kota Cinta

Kota Cinta Puisi Eko Tunas Tak ada malam tak ada siang, dan bulan sempoyongan di bokong gadis, ditingkah lagu biasa yang dinyanyikan pemabok, para kerani di satu bar kaum hitam, bersama serdadu kalah perang dan para penjudi, hopla! Aku bersama mereka, terusir dari mazab pikiran dan kota yang membangun kota, tanpa cinta… 2010  

Puisi Eko Tunas: Kain Waktu

Puisi Eko Tunas: Kain Waktu

KAIN WAKTU Puisi Eko Tunas Kenangan kenapa selalu seperti kain terbujur di jalan… Mungkin kau pernah menari bersama angin atau diam-diam sengaja meninggalkannya untuk menoreh waktu: sesuatu yang sering kita lupa. 2010  

Puisi Eko Tunas: Jalan Sunyi

Puisi Eko Tunas: Jalan Sunyi

JALAN SUNYI  Puisi Eko Tunas Lagu itu Jalan itu Seperti jalan di satu kota Kotamukah atau kotaku Atau satu kota yang tersesat di jalan sunyi Di sepi pertemuan kita Lagu itu Jalan itu Mungkinkah kita bertemu Meski di ujung usia… 2010

Puisi Eko Tunas: Waktu Cinta

Puisi Eko Tunas: Waktu Cinta

WAKTU CINTA Puisi Eko Tunas Di satu waktu, pasti kita kan bertemu setelah pertemuan dulu, di setiap ruang sambil memahami: kota bukan kumpulan rumah bukan peraturan, laba rugi dan bahasa Masih ada tempat untuk kita, bahwa kita manusia lalu kita berpisah, tanpa merubah tanda untuk bertemu kembali, meski tanpa cinta… 2010  

Obituari Murtidjono: Bukan “Marhaen” benar menusuk kalbu… – Oleh Eko Tunas

Obituari Murtidjono: Bukan “Marhaen” benar menusuk kalbu… – Oleh Eko Tunas

Obituari Murtidjono BUKAN “MARHAEN” BENAR MENUSUK KALBU… Oleh EKO TUNAS SAYA bertemu dia kali pertama saat Taman Budaya Surakarta (TBS) menyelenggarakan acara bertaraf Internasional “Nurgorarupa” pada tahun 1990. Saat itu saya sudah mendengar namanya, seorang tokoh yang mewabahkan kalimat yang nyaris menjadi mitos: saya seniman, pekerjaan sampingan saya pegawai negeri. Ya, dialah Murtidjono yang bagi […]

Puisi Eko Tunas: Percintaan Iblis

Puisi Eko Tunas: Percintaan Iblis

  PERCINTAAN IBLIS  Puisi Eko Tunas Engkaukah iblis jantanku katamu, tapi kenapa hari ini kau menjadikanku sekedar setan yang hanya bertugas menggili-gili syahwat manusia. : lihatlah ternyata napsu manusia lebih kuat dariku! Tak ada iblis betina hari ini pekikmu, dan inikah saatnya setan bertarung dengan iblis dan manusia dengan kebesaran syahwatnya : menertawakan Tuhan..! 2010 […]

Puisi Eko Tunas: Ziarah Cinta

Puisi Eko Tunas: Ziarah Cinta

ZIARAH CINTA Puisi Eko Tunas Inikah sahabat lama kita bernama sepi Kemudian menjadi kekasih Lalu menjelma tuhan… Di persimpangan kita bertemu Tanpa tahu cinta telah tiada Tinggal ziarah Sekali waktu… 2010 ______________ Ilustrasi gambar dari SINI

Puisi Eko Tunas: Wajah Cinta

Puisi Eko Tunas: Wajah Cinta

WAJAH CINTA  Puisi Eko Tunas Kereta api berhenti di stasiunmu Ada penumpang yang mungkin kau kenal Barangkali kau lupa atau tak menyangka Itu diriku yang tak seperti 22 tahun lalu Saat aku sering datang setiap waktu Kini usia telah sampai pada batas senja Aku ingin menemuimu seperti dulu Itulah kau di anjungan sama, aku tak […]

Babi Kembang Plastik – Cerpen Eko Tunas

Babi Kembang Plastik – Cerpen Eko Tunas

Oleh  :  Eko Tunas KEMBANGAPI meledak-ledak di udara, dengan warna-warni sinaran mirip semburan air. Muncratannya beraturan dengan titik-titik api, berpijaran di atas cahaya gedung-gedung tinggi. Lalu hamparan kota, bagai kunang-kunang menyatu dengan bintang bintang. Sebagian menampakkan puing-puing, gedung-gedung bekas terbakar oleh kerusuhan tempo hari. Dan inilah pesta termahal dengan dasar: persoalan orang miskin adalah kemiskinan, […]